Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News 221 Ton Bawang Merah Ilegal Gagal Diedarkan

221 Ton Bawang Merah Ilegal Gagal Diedarkan

Foto: Koran Sindo

Sketsanews.com, Medan – Puluhan ton bawang merah ilegal kembali digagalkan masuk ke Sumatera Utara (Sumut). Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sumut mengamankan 20 ton dari perairan Tanjung Tambun Tulang, Kabupaten Asahan, Kamis (17/3).

Tangkapan ini memperpanjang daftar penyelundupan bawang merah ke Sumut yang berhasil diamankan. Sepanjang 2017, tercatat sedikitnya 221 ton bawang merah yang telah diamankan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut, Lantamal I Belawan dan Ditpolair Polda Sumutdari sejumlah lokasi. Kali ini, bawang merah diangkut menggunakan KM Sri Way GT.10 No 1836/PHB/S.7. Bawang merah itu saat ini diamankan di Dermaga Ditpolair Polda Sumut, Belawan.

Wakil Direktur Polair Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Raja Sinambela, mengatakan, kapal diamankan pada posisi 03°-11’-479” LU – 099°- 43’-325” BT, tepatnya di perairan Bagan Batak. Penangkapan ini berawal dari patroli gabungan Ditpolair Polda Sumut masing-masing KP II-2025 yang dikomandoi Brigadir Irwanto, KP II-2011 dipimpin Brigadir K Tanjung dan KP II-2021 dipimpin Brigadir Fadjrin Sasmita.

“Saat diperiksa, nakhoda kapal mengaku tidak memiliki manifest muatan dan pengakuan kepada petugas jika muatan kapal adalah bawang merah dari Malaysia,” ungkap AKBP Raja didampingi Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditpolair Polda Sumut AKBP Den Martin Nasution, Jumat (17/3). Petugas kemudian mengamankan kapal dan memboyongnya ke Dermaga Ditpolair Polda Sumut di Belawan.

Pe-tugas sempat mencurigai adanya narkoba yang juga diselundupkan di dalam kapal. Namun dari hasil penggeledahan kapal tidak ditemukan narkoba. “Sasaran dari patroli yang kami gelar selain barang selundupan, juga sasaran kami adalah narkoba. Setelah penggeledahan kapal dilakukan, tidak ada ditemukan,” katanya.

Kapal tersebut dinakhodai Hamdani,29, warga Jalan Garuda, Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Tekuk Nibung Kita, Tanjungbalai, dengan tiga anak buah kapal (ABK) masing-masing Wan Ibrahim, 25, yang merupakan saudara Hamdani; Azhar Tampubolon, 31, warga Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai; dan Samsul Bahri Simangunsong, 57, warga Kelurahan Semula Jadi Pulau Simardan, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Tanjungbalai.

Penyidik akan menjerat pelaku dengan pasal 102 junto pasal 104 Nomor 17/2006 tentang Kepabean, dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

“Selanjutnya bawang merah akan kami serahkan kepada Kanwil Bea Cukai Sumut untuk proses hukum selanjutnya,” kata AKBP Den Martin Nasution.

Menurut pengakuan nakhoda kapal, Hamdani, mereka disuruh seseorang untuk membawa bawang merah ilegal tersebut dari Malaysia ke Tanjungbalai. Atas pekerjaan itu ia mendapat upah sebesar Rp3 juta.

“Bawang ini milik Rizal. Totalnya 20 ton yang dibawa dari Malaysia ke Tanjungbalai,” tandasnya. Dikutip Okezone
(Ro)

%d blogger menyukai ini: