Sketsa News
Home Analisis, Berita Terkini, Internasional, News 9 Langkah Jitu Hantam Radikalisme

9 Langkah Jitu Hantam Radikalisme

English-speaking_Islamic-State-jihadi

Sketsanews.com – Pemerintahan Obama terus membiarkan kelompok Ikhawanul Muslimin untuk menguasai kebijakan luar negeri Amerika.

Hal itu dilakukan untuk mengimplementasikan strategi ketidakberdayaan Amerika dalam menghadapi radikalisme dan aksi terorisme yang dilakukan secara diam-diam.

Ada beberapa strategi alternative yang berpotensi untuk mengatasi situasi genting. Berikut ini adalah Sembilan langkah konkrit yang apabila dilakukan oleh pemerintah Amerika mendatang akan bisa membuat perubahan besar dalam menjaga dan mempertahankan peradaban Amerika dari aksi terorisme.

Langkah – langkah itu adalah:

  1. Melabeli Musuh dan Menjadikan Mereka sebuah Ancaman

Pemerintahan Obama terus menolak untuk melabeli musuh-musuhnya dan terus membuat kemungkinan menghadapi kegagalan dalam perang melawan terorisme. Ini penting bahwa ketika kita melabeli kelompok radikal dan mengidentifikasi secara pasti tentang apa ideology yang menginspirasi pada musuh kita.

  1. Membenturkan Fanatisme Kekerasan yang Berlawanan

Kelompok fanatisme kekerasan yang saling berlawanan merupakan focus yang sangat berkekurangan dan bersifat destruktif bagi pemerintahan Obama dalam perang melawan terorisme. Di satu sisi, focus ini adalah tidak jelas untuk isu yang kurang bermakna dan bahkan bisa melumpuhkan kita secara total. Di sisi yang lain, focus ini membiarkan pemerintah untuk melestarikan impian yang merusak yang mana di sana ada tipe-tipe lain dari para ekstrimis yang menjadi lawan politik kiri yang merupakan ancaman besar bagi Negara.

Sebagai contoh, ketika Stephen Coughin telah membeberkan “para ekstrimis kekerasan” tentu saja pemerintah mengkhawatirkan Islam phobia sayap kanan yang mana pemerintah telah memasukkan kelompok tersebut menjadi ancaman yang nyata bagi keamanan Amerika.

Kelompok ekstrimis yang berlawanan merupakan sampah dan harus disingkirkan.

  1. Menghentikan Hubungan Kelompok Ikhwanul Muslimin dengan Kelompok-Kelompok Lain

Pemerintah harus menghentikan kerjasama kelompok Ikhwanul Muslimin dengan kelompok-kelompok lain, seperti CAIR dan ISNA. Dokumen Ikhwanul Muslimin, eksplanatori memorandum (penjelasan singkat) secara jelas menunjukan kelompok Ikhwanul Muslimin bertujuan ingin menghancurkan peradaban kita dari dalam melalui tangan-tangan kita dengan jalan mempengaruhi kelompok-kelompok ini.

RobertSpencer032516small-1

Seperti nasehat Robert Spenser, perlu adanya aturan yang akan melarang semua kelompok-kelompok dan berafiliasi secara individu sejak saran pemerintah atau menerima berbagai garansi darinya.

  1. Mengimplementaskan Strategi Kongkrit Menghantam Kelompok Radikal

Setelah para ekstrimis kekerasan bisa disingkirkan, maka sebuah strategi kongkrit melawan radikal harus menjadi sebuah kebijakan resmi. Secara khusus harus memasukkan orang-orang yang berpaham radikal menjadi musuh dan juga aturan Islam yang secara khusus memotivasi mereka.

Dan yang paling penting adalah sebagaimana apa yang Sebastian Gorka lakukan ketika dia terdorong untuk melenyapkan radikalisme. Untuk memenangkan perang, pemeritah harus memaparkan sebuah visi, sebuah analisis doktrin ancaman yang nyata dalam sebuah dokumen, seperti telegram George Kennan dan NSC – 68 dalam usaha menghilangkan dasar strategi untuk melawan komunisme pada perang dingin. Ini merupakan pikiran yang sangat menakjubkan yang tidak bisa ditemukan pada saat sekarang dalam perang melawan terorisme – dan ini merupakan sebuah refleksi dari kelompok kiri dan kekalahan yang fatal yang bisa ditebarkan.

  1. Meluncurkan Kampanye Kontra Terorisme

Kelompok kiri dan Islam bersatu dalam propaganda 24/7. Apakah kita perlu terlibat dalam perang propaganda?

Sebastian Gorka secara krusial benar, ketika dia merekomendasikan sebuah kampanye nasional melawan propaganda yang melibatkan dua pendekatan; pertama adalah mendukung usaha untuk menentukan musuh kita (langkah 1 dan 4 diatas) dan yang kedua adalah menguatkan hubungan kita dengan partner-partner dalam usaha menentang propaganda yang harus memasukan penguasa muslim yang mencoba untuk membentuk sebuah kelompok anti terorisme versi Islam.

Oleh karena itu, program-program pendidikan harus disetting, mulai dari pendidikan umum, universitas  tempat kerja, dalam dunia bisnis dan sejumlah institusi-institusi lain dan program ini harus melebur dalam ajaran Islam dan bagaimana ia bisa menginspirasi dan memberikan rasa jera bagi para penentang. Ini harus terlibat sebagaimana ajakan Gorka, “sebuah program pendidikan di seluruh Negara harus memasukan angkatan bersenjata sebagaimana halnya pemerintah federal, dan polisi dan komunitas intelijen.

Kampanye pendidikan juga harus memfokuskan pada bagian kedua kampanye menentang propaganda Gorka yang mana untuk memperkokoh orang Islam yang ingin mengambil alih dari tangan-tangan kaum radikal.

  1. Mengafirmasi penyerangan ajaran pada kontitusi Amerika Serikat sebagai makar

Sekali kebenaran itu diterima bahwa kaum radikal terinspirasi dan direstui oleh tulisan-tulisan Islam, secara logis menjadi diterima bahwa masjid, sekolah-sekolah Islam dan kelompok-kelompok harus membatasi beberapa doktrin yang bisa memotivasi makar, kekerasan dan kebencian dari para penentang. (sebagai contoh bagaimana CAIR menasehati orang Islam untuk tidak berbicara kepada FBI). Sesungguhnya, sekali pemerintah melihat dan melabeli unsur-unsur ajaran Islam mengancam konstitusi Amerika, berkhotbah dan mengajarkan unsur-unsur itu harus disebut dengan makar.

  1. Memberikan tekanan pada masjid-masjid, sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok Islam

Penguasa harus mulai menekan masjid-masjid dan institusi-institusi Islam lain untuk pengawasan – dan membuang gagasan kaum sosialis bahwa ini adalah rasis dan Islamphobia. Institusi Islam harus dipaksa untuk mengurangi dampak hasutan mereka melawan terror dengan melakukan sesuatu tentang itu. Robert Spenser menasehati, ini harus melibatkan pengenalan program-program yang menentang pemahaman kaum radikalis, dan program-program ini harus dimonitor secara teratur oleh pemerintah. (ini menjadi bagian kampanye Gorka yang didiskusikan pada langkah kelima).

Spenser menekankan paradigma itu harus jadi bahwa komunitas orang Islam harus memenangkan keyakinan dari agen intelijen dan aparat hokum dari pada kasus lainnya yang tidak masuk akal, tragis.

  1. Memasukkan orang-orang yang kontra radikal ke dalam pemerintahan

Bukannya para simpatisan Ikhwanul Muslimin menyukai Mohamed Elibiary yang bekerja pada Dewan Penasehat Keamanan Negara Amerika Serikat (dia mengundurkan diri pada bulan September 2014 dalam kondisi misterius), dan Ikhwanul Muslimin menggandeng individu-individu seperti Huma Abedin yang bekerja sebagai tangan kanan Hillary Clinton, kita perlu untuk membawa masyarakat yang cinta Amerika dan ingin melindunginya. Kita semua tahu siapa individu-individu yang mulia dan pemberani, dan beberapa dari mereka disebut dalam tulisan ini. Pemerintah harus memasukkan orang-orang yang menolak radikalisme ini dan memberi kekuasaan kepada mereka dalam mempropaganda anti radikalisme.

  1. Mencaci maki lawan

Cacian adalah sebuah senjata yang garang dan ampuh. Ada sebuah keheningan yang pelik dan bengis pada bidang kebudayaan kita, khususnya di Holywood dan media kita, dengan memandang pada beribu-ribu ramuan doktrin radikal yang patut mendapat milyaran gambar karikatur yang lucu.

Bill Maher, dia telah melihat kelemahan kaum konservatif yang tidak menarik hati, dia telah meletakan sebuah standar dalam respek di pertunjukan Burka Fashion Show. Para comedian Amerika harus memulai menulis naskah yang mengikuti langkah-langkah Maher dan Orang Amerika harus mendorong dan memberi perlengkapan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama, dan mempertahankan mereka dengan sekuat tenaga dari serangan dan hujatan. Mau tidak mau mereka akan menerima otoriter kekuatan kaum radikal dan kelompok kiri.

Kita tidak boleh meremehkan kemanjuran komedi pada totaliter Mullah di dunia. Sesungguhnya, hinaan, ejekan dan raungan para penertawa, seperti mereka memandang pada aturan patetis dan kehidupan para penjaga hokum, mengambil posisi berbahaya pada para penganiaya tidak seperti yang lainnya.

Ditulis oleh James Glazoy seorang editor yang memperoleh gelar Ph.d dalam bidang sejarah khususnya Rusia dan kebijakan luar negeri Kanada.

Alih Bahasa: Dani

%d blogger menyukai ini: