Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Akhir Pekan, Pesawat Luar Angkasa NASA Cassini Tabrak Saturnus, Kenapa?

Akhir Pekan, Pesawat Luar Angkasa NASA Cassini Tabrak Saturnus, Kenapa?


(Foto: NASA)

Sketsanews.com, California  —  Ada objek-objek di luar angkasa seperti planet dan bulan yang menjadi fokus perhatian peneliti. Diduga benda langit tersebut menyimpan kehidupan yang belum diketahui oleh manusia.

Salah satu bulan milik Saturnus yang tampaknya berpotensi menunjang kehidupan ialah Titan. NASA telah menempatkan Cassini, pesawat luar angkasa untuk mengorbit bulan tersebut.

Dilansir Theconversation, Rabu (13/9/2017), pesawat luar angkasa itu kabarnya telah melewati Titan untuk terakhir kalinya dan terjun ke planet yang bercincin pada akhir pekan ini. Dijuluki ‘ciuman selamat tinggal’ Cassini oleh NASA, Titan telah menjadi perhatian peneliti sejak pesawat tersebut melayang selama 13 tahun di sistem planet.

Beberapa jasa Cassini bagi ilmu pengetahuan antara lain, mengungkap mengenai kimia pada Titan. Dengan peralatan instrumen penyensoran canggih yang dimiliki Cassini, dibantu dengan sampel atmosfer oleh probe Huygens pada 2005, misi luar angkasa ini berhasil menghasilkan gambaran komprehensif tentang kimia pada Titan.

Cassini juga mengungkap bahwa atom oksigen cukup langka di atmosfer Titan. Sementara air dikunci di permukaan es dan tampaknya tidak terdapat sumber berlimpah dari gas O2 (oksigen).

Peneliti menemukan bahwa nitrogen memainkan peran yang lebih penting dalam kimia atmosfer Titan. Di sini, produk umum reaksi nitrogen adalah keluarga senyawa sianida, di mana hidrogen sianida (HCN) paling sederhana dan paling melimpah.

Karena jumlah molekul sianida terbentuk pada ketinggian yang lebih rendah dan lebih dingin, mereka membentuk lapisan awan dari polimer floppy besar (tholins) dan aerosol es yang baru. Seiring aerosol turun ke permukaan, metana dan lapisan etana membentuk lapisan lebih lanjut pada bagian luarnya.

Informasi yang beredar sebelumnya mengungkapkan, kehancuran Cassini akan mengakhiri misi 13 tahun tersebut pada pertengahan September. Namun Cassini akan mengirimkan data hingga misinya berakhir, memberi para ilmuwan tampilan terbaik yang pernah mereka miliki di planet misterius itu sampai sekarang.

Pada hari terakhir, pesawat itu akan membuat 22 penyelaman perpisahan terakhir yang akan membawanya diantara cincin spektakuler planet tersebut beserta permukaannya. Kemudian Cassini akan menuju atmosfer Saturnus dan terjun hingga terbakar.

Misi itu juga akan berakhir dengan menunjukkan lebih banyak terkait tata surya. Telah ditemukan bahwa ada musim di Saturnus, bahwa bulan Titan terlihat seperti Bumi, bahkan bulan lain Enceladus pun dapat mendukung kehidupan di tata surya kita.

“Misi tersebut sangat gila-gilaan, sangat sukses dan berhasil, dan akan berhasil dalam waktu sekira dua minggu,” kata Curt Niebur, ilmuwan program Cassini dalam sebuah konferensi telefon dengan wartawan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA di California.

Foto terakhir Cassini saat memasuki atmosfer Saturnus kemungkinan akan menjadi baling-baling atau celah di cincin yang disebabkan oleh moonlets, kata ilmuwan proyek Linda Spilker.

Dijelaskan NASA, wahana antariksa tersebut akan menyediakan data real-time di atmosfer sampai kehilangan kontak dengan Bumi pada pukul 11.54 waktu Inggris pada tanggal 15 September.

[As]

%d blogger menyukai ini: