Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Akibat Gemar Nonton Film Panas

Akibat Gemar Nonton Film Panas

Sketsanew.com – Tak kuasa menahan hawa nafsu lantaran sering menonton film dewasa, seorang pemuda bernama Dd (24), nekat mencabuli Bunga (12) yang tak lain adalah tetangganya sendiri di Kelurahan Pangkallalang. Pelaku berhasil dibekuk Jajaran Polsek Tanjungpandan di kediamannya, Kamis (23/3) kemarin.

Aksi bejat pelaku dilakukan di Kebun Sawit Kawasan Teluk Dalam, Desa Juru Sebrang Senin (13/3) lalu. Saat itu, korban, pelaku bersama kakaknya sedang aksi nongkrong di Pantai Wisata Tanjungpendam. Namun, secara tiba-tiba pelaku mengajak korban ke tempat itu.

Setiba di lokasi, Bunga langsung disetubuhi korban berulang kali. Setelah puas, menggagahi korban, Dd mengancam agar tidak melaporkan apa yang dilakukannya ke orang lain termasuk ke orang tua dan kakak gadis malang ini.

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina mengatakan, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, pria yang bekerja serabutan tersebut sudah diamankan di Sel Polsek Tanjungpandan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kata AKP Gineung, modus tersangka melakukan perbuatan itu lantaran sebelumnya ia sudah mengincar keperawanan Bunga. Menurut Kapolsek Tanjungpandan, tersangka tidak hanya memperkosa, melainkan juga melakukan pengancaman terhadap korban yang masih di bawah umur.

“Waktu itu korban dibawa ke tempat sepi, sekitar tiga kilometer dari jalan aspal. Setiba di lokasi pelaku memaksa, bahkan korban sempat menjerit,” kata AKP Gineung. Namun, apalah daya kekuatan dari korban, hingga akhirnya mahkotanya harus rela direngkut pelaku.

Awal mula terbongkarnya kasus ini, saat itu kedua orang tua Bunga mencurigai perilaku anaknya yang murung. Mengetahui hal itu, ibu bapaknya mendesak agar gadis ini bercerita, hingga akhirnya dia mengakui telah diperkosa oleh pria biadab tersebut.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Anak di bawah umur. Pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara,” jelas AKPOL 2008 ini.

Sementara itu, Dd mengakui semua perbuatannya. Ia nekat melakukan dosa besar itu lantaran tak kuasa menahan hawa nafsu. Sebab, beberapa hari sebelum melakukan pemerkosaan itu dia menonton film porno. “Usai menonton film itu, Aku melampiaskan ke dia (korban,red) ,”katanya.

Sementara Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengakui kasus kekerasan anak di Babel dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya.

Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria mengatakan selama triwulan pertama 2017 ini pihaknya sudah menangani 12 kasus kekerasan anak. Kasus ini cenderung meningkat dibanding tahun kemarin selama satu tahun hanya menangani 16 kasus.

Menurut dia, tingginya kasus kekerasan anak ini disebabkan kurangnya perhatian orang tua dalam mengawasi pergaulan dan keseharian anak serta pola asuh yang salah.

“Karena maraknya kasus kekerasan anak sekarang ini, orang tua harusnya bisa memberi perhatian dan pengawasan ekstra kepada anak. Baik dari pergaulan dan pendidikan agamanya harus diawasi, jangan memberi pola asuh yang salah,”ungkapnya kepada wartawan, Kamis (23/3).

Sapta merinci selama triwulan pertama 2017, 12 kasus kekerasan dan Anak Bermasalah Hukum (ABH) yang ditangani, di antaranya 4 kasus  pencabulan, 1 kasus pornografi, 2 kasus NAFSA, 1 kasus hak asuh dan 3 kasus yang berkaitan dengan kesehatan, seperti tidak beranus dan 1 kasus penyumbatan empedu.

“Dari kasus-kasus yang kita tangani, kita juga bekerjasama dengan para pemuda dan investor untuk membantu penyembuhan kasus kesehatan yang ada,” imbuhnya.Kepada Jawapos

Lanjut dia, pihaknya menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Babel untuk melakukan razia penertiban remaja yang berkeliaran saat jam istirahat atau malam hari.

“Kita bekerjasama dengan Satpol PP untuk razia penertiban karena sekarang banyak anak dibawah umur nongkrong diluar jam belajar, terutama malam hari. Dengan razia kita harap beri efek jera untuk mereka karena mereka kita tangkap dan panggil orang tuanya serta kita didik agar tidak lagi melakukan hal yang sama,” tutupnya. (Ags)

%d blogger menyukai ini: