Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Alasan Fachri Husaini Setuju Jadi Pelatih Timnas U-16

Alasan Fachri Husaini Setuju Jadi Pelatih Timnas U-16

Sketsanews.com – Keputusan Fachri Husaini menerima penunjukkan PSSI untuk jadi pelatih timnas Indonesia U-16 menimbulkan penasaran. Pasalnya, pada akhir April 2016, mantan kapten timnas itu memutuskan meninggalkan dunia sepak bola. Fachri ingin fokus pada keluarga serta pekerjaannya di PT Pupuk Kaltim, Bontang.

Fachri sendiri sempat kecewa ketika PSSI terkena sanksi dari FIFA. Namun, kini dia sudha melunak dan bersedia kembali aktif di sepak bola Indonesia dengan menerima penunjukkan dirinya sebagai pelatih kepala timnas U-16.

Bahkan, demi Merah Putih, dia menolak tawaran lima klub kasta teratas dan satu klub kasta kedua, yang menginginkan jasanya untuk melatih di kompetisi musim 2017. Fachri mengungkapkan apa yang membuatnya berubah pikiran.

“Saya teringat ucapan almarhum Ronny Pattinasarani kepada saya. Beliau bilang ke saya bila sepak bola itu seperti candu. Saya tidak akan pernah bisa meninggalkan sepak bola. Hal itu saya rasakan sendiri, setelah hampir setahun tidak aktif di sepak bola, saya tidak bisa tidak kembali ke sepak bola,” ungkap Fachri seperti dilansir Bontang Post (Jawa Pos Group).

Selain itu, kondisi sepak bola di Tanah Air yang makin kondusif ikut memperkuat niat Fachri kembali ke sepak bola. “Saya memiliki keyakinan di bawah kepengurusan baru PSSI, sepak bola kita membaik. Saya melihat komunikasi PSSI dengan pemerintah, sekarang ini membaik,” ujarnya.

Fachri mengungkapkan sebelum meneken kontrak, dia berharap PSSI bisa mencarikan jalan keluar terkait statusnya sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim. Sebagai karyawan, Fachri menyebut tidak bisa meninggalkan tugas dan kewajibannya di Pupuk Kaltim, meski beberapa opsi dimilikinya.

“Saya bisa mengajukan cuti di luar tanggungan atau bahkan pensiun dini. Tapi, saya harap PSSI bisa menjembatani saya dengan perusahaan di mana saya bekerja,” kata Fachri.

“Dahulu ketika saya memutuskan mundur dari sepak bola, salah satu pertimbangannya karena ingin lebih fokus dengan keluarga. Sekarang ketika ingin kembali ke sepak bola untuk kepentingan negara, saya tentu melibatkan mereka dalam mengambil keputusan,” pungkas Fachri. (aGS)

%d blogger menyukai ini: