Sketsa News
Home Analisis, Berita, Berita Terkini, Headlines, News Alexis “Surga Dunia” itu pun Runtuh Juga

Alexis “Surga Dunia” itu pun Runtuh Juga

Inilah Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata No 1, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/2/2016). Nama hotel ini ramai diperbincangkan setelah kawasan Kalijodo ditertibkan. (Warta Kota/alex suban)

Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDPU) hotel dan Griya Pijat Alexis.

Surat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi (PTSP) DKI Jakarta, Edy Junaedi Surat pada Jumat 27 Oktober 2017.

Ketua Kajian Seputar Kota (Kasta) Didi O Affandi mendukung langkah tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Hotel Alexis.

Didi menilai penutupan Alexis bakal membuat pengusaha hiburan berkedok sejenis ketar-ketir.

“Penutupan Hotel Alexis menjadi peringatan keras para pengusaha hiburan malam,” kata Didi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (31/10/2017).

Didi yang juga pengusaha, mendorong agar para pengusaha hiburan malam tidak mencoba-coba melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan, jika tempat usahanya tidak ingin ditutup.

Dilain pihak, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ruslan Amsari, mengatakan, alasan penolakan perpanjangan ijin usaha yang ditulis di surat cenderung tidak kuat.

“Penutupan kan ada aturan mainnya. Tidak bisa begitu saja, tidak mengeluarkan izin usaha,” kata Ruslan di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dia menjelaskan, sesuai dengan amanat Pasal 99 Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan, ada beberapa syarat menutup tempat hiburan malam.

Fakta Seputar Alexis

Berikut ini 5 fakta menarik fasilitas hotel Alexis seperti dilansir dari rilis Alexis Hotel Management ke sebuah portal boxing penginapan online.
1.Fasilitas Hiburan Premium
2.Lantai 1, Tarian Striptease dan Sex Show
3.Lantai 7, Surga Kaum Adam
4.Erotic Massage gadis lokal
5.Tamu biasa/umum di lantai satu, sedang tamu khusus bisa naik ke lantai atas.

Gubernur Jakarta era sebelumnya (Ahok) pun mengakui, kalau di hotel Alexis adalah surganya dunia.
“Di hotel-hotel ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis itu, lantai 7 surga dunia lho. Di Alexis, surga bukan di telapak kaki ibu, tetapi di lantai 7,” kata Basuki, Selasa (16/2/2016).

Saat itu, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI yang dijabat oleh Catur Laswanto, membantah bahwa Alexis jadi tempat prostitusi, Pemprov DKI pun tak bisa menutup Alexis.

Alasannya, tak adanya bukti aktivitas prostitusi di Alexis (berdasar laporan petugas yang turun ke lapangan).

Namun setelah dimarahi oleh gubernur, ia membuktikan sendiri dengan masuk ke Alexis. ‘Waduh Pak, semua jenis (PSK) dari negara-negara ada, Pak,’ komentarnya setelah keluar dari Alexis.

Lalu berdasar pertimbangan ekonomi juga, Pemprov “enggan” menutup hotel Alexis. Setiap tahunnya Alexis menyumbang pajak Rp 30-33 Milyar, jumlah yang tidak sedikit.

Alasan Penutupan Hotel Alexis

Adanya laporan dan keluhan dari warga sekitar serta pemberitaan di media akan aktivitas hotel Alexis.

Jakarta masih punya adab, masih punya sopan santun, masih punya harga diri. Jakarta tidak boleh seperti Las Vegas ataupun Macao (di kota-kota tersebut, perjudian dan prostitusi dilegalkan).

Dengan berbagai alasan tersebut, akhinya pemerintah menerbitkan surat yang bernomor 6866/-1.858.8 dan berjudul Penjelasan Terkait Permohonan Tata Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP Edi Junaedi tertanggal 27 Oktober 2017.

Setidaknya ada empat poin utama dari surat tersebut, yakni:

Pertama, menindaklanjuti informasi yang berkembang di media massa terkait kegiatan yang tidak diperkenankan dan dilarang dalam penyelenggaraan usaha Hotel dan Griya Pijat di Hotel Alexis.

Kedua, setiap penyelenggara usaha pariwisata berkewajiban turut serta mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan dan kegiatan yang melanggar hukum di lingkungan tempat usahanya.

Ketiga, pemerintah berkewajiban untuk mengawasi dan mengendalikan kegiatan kepariwisataan dalam rangka mencegah dan menanggulangi berbagai dampak negatif bagi masyarakat luas.

Keempat, Sehubungan dengan hal-hal di atas, Pemohonan Tanda Daftar Usaha (PTDU) Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis belum dapat diproses.

Kesimpulan

Penutupan hotel Alexis adalah langkah tepat dari gubernur baru Anies-Sandi, terlepas dari komitmennya untuk mewujudkan janji selama kampanye.

Tempat hiburan malam lainnya yang jadi tempat prostitusi terselubung, juga akan jadi sasaran penertiban. Semua itu dilakukan sebagai upaya menjadikan Jakarta aman, tertib dan bebas dari prostitusi.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: