Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Tekno-Sains Alquran dan Sains Jelaskan Awal Kehidupan Dimulai dari Laut, Kok Bisa?

Alquran dan Sains Jelaskan Awal Kehidupan Dimulai dari Laut, Kok Bisa?


(Foto: Reuters)

Sketsanews.com, Jakarta  —  Alquran menyatakan bahwa Allah menciptakan segala yang hidup dari air. Air memiliki peranan amat penting bagi kehidupan di muka Bumi, tetapi tidak ada keterangan bagaimana dan kapan kehidupan itu bermula di muka Bumi.

Dalam buku Tafsir Ilmi ‘Samudra dalam perspektif Alquran dan Sains‘ yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan, fosil-fosil makhluk hidup tertua di permukaan Bumi umumnya ditemukan dalam bentuk mikroorganisme bersel tunggal pada batuan.

Batuan tersebut terbentuk pada zaman Archaean (2,7-3,6 miliar tahun yang lalu). Sebelum itu, yaitu pada zaman Hadean (4,6-3,6 miliar tahun yang lalu), suhu yang sangat tinggi menyebabkan seluruh permukaan Bumi ditutupi oleh lelehan batuan, sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.

Setelah suhu mendingin dan batuan membeku, tepatnya pada zaman Archaean, barulah sejarah kehidupan Bumi dimulai. Fosil-fosil ini berupa fosil mikroorganisme bersel tunggal yang kemudian dikenal sebagai ganggang biru-hijau.

Ganggang biru-hijau (blue-green algae) yang dikenal sebagai cyanobacteria merupakan mikroorganisme fotosintetik bersel tunggal yang hidup di laut. Berbeda dengan yang lainnya, ganggang biru-hijau memiliki dinding sel yang tebal sebagai pelindung.

Di samping itu, ia sering membentuk lapisan berbentuk kubah yang dikenal dengan stromatolit, atau bentuk bundar yang dikenal dengan oncolith. Stromatolit dan oncolith apabila terfosilkan dapat melindungi bagian dalam selnya sehingga dapat dibuat irisan penampang sel yang menampakkan ciri-ciri sel bakteri.

Penelitian terbaru (2011) yang dilakukan oleh ilmuwan Australia dan Inggris berhasil menemukan fosil bakteri yang berumur 3,4 miliar tahun yang lalu dan hidup pada lingkungan tanpa oksigen.

Mikrofosil tersebut terpelihara baik di antara butiran kuarsa dari pasir pantai tertua yang pernah ditemukan. Pada waktu itu Bumi masih merupakan lingkungan yang panas dan ganas dengan aktivitas gunung api yang mendominasi permukaan Bumi.

Langit masih tertutupi awan tebal kelabu yang berfungsi menahan radiasi panas di sekitar permukaan Bumi. Suhu air laut diperkirakan setinggi 40-50 derajat celcius dan aliran arusnya sangat kuat.

Sampai saat ini, bakteri-bakteri sulfur masih banyak dijumpai di saluran-saluran, tanah, sumber air panas, dan kawah gunung api. Bakteri ini mungkin hidup tanpa cahaya matahari dan pada suhu yang tinggi, seperti halnya pada lingkungan di sekitar gunung api bawah laut. Dikutip dari laman Okezone.

Penemuan di atas membuka wacana bahwa kehidupan dimulai di laut atau pada lingkungan yang dipengaruhi laut, karena pada waktu tersebut permukaan daratan baru berupa batuan telanjang yang baru membeku.

[As]

%d blogger menyukai ini: