Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Anak ADHD Bisa Berlanjut Jadi Psikopat

Anak ADHD Bisa Berlanjut Jadi Psikopat

Foto: thinkstock./detikcom

Sketsanews.com, Jakarta – Attention Deficit Hyperactive Disorders atau ADHD pada anak seringkali diabaikan dan dianggap sebagai perilaku yang memang umum terjadi pada anak-anak. Nyatanya, ini merupakan gangguan psikologis yang membutuhkan terapi.

Jika ADHD tidak diberikan terapi dan cenderung malah diabaikan, dr Dharmawan A. Purnama, SpKJ menuturkan bahwa hal ini bisa saja terjadi dan berlanjut menjadi sifat psikopatik.

“Jadi dia punya ide apa lalu dipaksakan, dia melakukan tanpa pikir panjang. Semua seenaknya dia saja, aturan pun dia terabas. Kriteria psikopat itu kan orangnya tidak punya empati, suka melanggar aturan, seenaknya sendiri juga. Nah, ini nanti jadi kebiasaan kan,” tutur dr Dharmawan.

Menurut dr Dharmawan, ketika anak tidak diterapi dan dilatih untuk mengendalikan ADHD-nya, maka anak belajar bahwa sikap ADHD yang dimilikinya itu sah-sah saja. Anak pun lama-kelamaan jadi memiliki perilaku psikopatik.

“Psikopatik itu tak melulu tentang kekerasan atau pembunuhan seperti yang banyak dibicarakan orang-orang lho, psikopatik termasuk juga perilaku-perilaku yang tidak punya empati, tidak peduli aturan,” imbuh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jakarta Utara tersebut.

Ia pun melanjutkan, ada sebuah hasil penelitian yang menyebutkan bahwa sekitar 50-60 persen ADHD saat anak bisa berlanjut sampai dewasa. Nah, ADHD saat dewasa ini yang dikatakan oleh dr Dharmawan akibat dari kebiasaan-kebiasaan yang didiamkan dan dianggap baik-baik saja, meskipun sebenarnya tidak demikian.

“Ya ini akibat dari ADHD yang diabaikan, yang efeknya dirasakan oleh orang lain ya. Dalam hal ini lingkungan sekitar si anak. Kalau efeknya bagi diri sendiri bisa terjadi kecelakaan berulang, bisa bermasalah dengan drug abuse, penggunaan narkoba, adiksi seksual, pengangguran juga,” terang dr Dharmawan, seperti dikutip dari detikcom.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: