Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Anda Ditilang? Tak Perlu Sidang, Cukup Klik Lalu Bayar di Bank

Anda Ditilang? Tak Perlu Sidang, Cukup Klik Lalu Bayar di Bank

TRANSPARAN – Kanit Turjawali Satlantas Polres Tegal Ipda Adi Susanto memasang benner denda tilang dan pengoperasian e- tilang saat razia kendaraan, kemarin. (hermas purwadi/radar slawi)

Sketsanews.com, Slawi – Upaya Satlantas Polres Tegal untuk memberikan kemudahan dalam pembayaran tilang menggunakan aplikasi e-tilang kepada masyarakat, ditempuh dengan pemasangan benner tabel denda tilang dan cara pengoperasian e-tilang saat razia digelar.

Kapolres AKBO Heru Sutopo SIK melalui Kasat Lantas AKP Yoppy Anggi Krisna didampingi Kanit Turjawali Ipda Andi Susanto menyatakan dalam pelaksanaan tilang online atau e-tilang pengendara yang melanggar akan dicatat melalui aplikasi yang dimiliki personel kepolisian.

Setelah terekam, pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya persis seperti surat tilang, disertai kode untuk melakukan pembayaran denda melalui BRI.

“E-tilang memberikan suatu kesempatan kepada pelanggar untuk menitipkan denda langsung ke bank dengan fasilitas yang dia miliki, mungkin dengan e-banking, ATM, atau datang sendiri ke teller,” terangnya seperti dilansir dari radartegal, kemarin.

Dia menegaskan pengendara nantinya diwajibkan untuk membayar denda maksimal sesuai pasal yang dilanggar. Jika sudah lunas, petugas yang menilang akan menerima notifikasi juga di ponselnya.

Pelanggar bisa menebus surat yang disitanya langsung dengan cukup menyerahkan tanda bukti bayar, maupun mengambilnya di tempat yang disebut dalam notifikasi.

“Bagi yang akan menempuh sidang di PN Slawi akan kami beri blanko warna merah, dan bagi yang mau membayar dengan melalui program e-tilang akan kami beri blanko biru. Aplikasi e-tilang ini telah terintegrasi dengan pengadilan dan kejaksaan. Hakim akan memberi putusan, dan jaksa akan mengeksekusi putusan itu, biasanya dalam waktu seminggu hingga dua minggu.

Kalau sidang, hakim kan biasanya menetapkan denda jauh lebih rendah dari denda maksimum, nah nanti sisa pembayaran kita akan ditransfer kembali, atau diminta mengambilnya lewat kejaksaan bagi yang tidak memiliki fasilitas pembayaran,” terangnya.
(Ro)

%d blogger menyukai ini: