Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Pendidikan Anggota DPRD Purworejo: Sekolah Kedapatan Lakukan Perpeloncoan, Kepala Sekolah Dicopot

Anggota DPRD Purworejo: Sekolah Kedapatan Lakukan Perpeloncoan, Kepala Sekolah Dicopot

Imam Teguh Purnomo, Anggota komisi D DPRD Kabupaten Purworejo (sorotpurworejo.com)

Sketsanews.com, Purworejo – Setiap tahun pada awal masa masuk sekolah pada tahun ajaran baru, setiap sekolah biasanya menyelenggarakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau yang saat ini disebut Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Dalam proses ini, para siswa baru diberikan kegiatan yang biasanya dipandu langsung oleh para seniornya. Interaksi langsung antara senior dengan siswa baru ini banyak dikhawatirkan akan memicu tindakan perpeloncoan, bullying hingga kekerasan di lingkungan sekolah.

Mengantisipasi hal ini kembali terjadi, kalangan anggota DPRD Purworejo mewanti-wanti agar seluruh stakeholder pendidikan khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Purworejo maupun pihak masing-masing sekolah bisa secara ketat melakukan pengawasan. Jika diperlukan, masing-masing pihak perlu memberlakukan sanksi tegas apabila kasus perpeloncoan semacam ini terjadi.

Imam Teguh Purnomo, Anggota komisi D DPRD Kabupaten Purworejo mengatakan, kejadian perpeloncoan jangan sampai terjadi di dunia pendidikan Purworejo. Pemerintah dalam hal ini Disdikpora harus mengambil langkah-langkah strategis sebagai bentuk antisipasi.

“Kalau masih ada, artinya pengawasan sekolah tidak berjalan. Kepala sekolahnya perlu dicopot dan diganti,” tandas dia, seperti dikutip dari Sorotpurworejo, Senin (17/07/2017) siang.

Pengenalan kedisiplinan yang seringkali menjadi alasan tindakan perpeloncoan bisa dilakukan dengan cara lain. Kegiatan maupun program yang lebih manusiawi justru bisa mendidik para siswa agar lebih disiplin.

Menurut Imam, ajang seperti PLS yang sangat rawan terjadi perpeloncoan ini sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi. Ada beberapa program lainnya yang bisa membentuk karakter siswa.

“Sekarang sudah tidak jamannya lagi memakai kekerasan fisik. Tapi lebih setuju dengan meningkatkan kualitas siswa dengan kemampuan intelegensinya,” ungkapnya.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: