Sketsa News
Home Berita, Ekonomi & Bisnis, News Ayo Bisnis Keong Sawah di Ibu Kota Sangat Menjanjikan

Ayo Bisnis Keong Sawah di Ibu Kota Sangat Menjanjikan

 

Ada banyak sumber protein lain yang bisa dijadikan alternatif daging sapi selain tutut. Foto: Dok. Sada Firdaus

Sketsanews.com, Jakarta, Anjuran ‘makan keong sawah’ ramai jadi perbincangan di medsos. Keong sawah ini dimaksudkan sebagai pengganti daging sapi yang tengah naik harganya di pasaran.

Dihubungi detik.com melalui panggilan telepon, Rabu (6/12/2017), Prof dr Hardinsyah, MS, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia, beliau menjelaskan bahwa keong sawah atau tutut memang punya kandungan yang baik.

“Kalau protein daging sapi lebih tinggi lah. Untuk pengganti enggak bisa persis menggantikan tapi turut membantu kebutuhan protein atau untuk variasi juga. Cuma kalium dan asam folat keong sawah lebih tinggi dari daging sapi,” jelas Prof Hardin.

 

Meskipun begitu, Guru Besar Fakultas Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga memperhatikan adanya perbedaan selera dari tiap-tiap orang. Karena itu, ia menganjurkan untuk memanfaatkan potensi makanan yang melimpah dari tiap daerah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan protein.

“Pangan hewani itu banyak, telur banyak, ikan juga kan ada yang 1 kg (seharga) 15 ribu. Ada juga ikan lele. Kalau di daerah pantai ngapain makan keong sawah mending makan kerang, ikan juga banyak. Disesuai dengan harga dan keberadaan (potensi) masing-masing daerah saja,” kandasnya.

(Tb)

%d blogger menyukai ini: