Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Balik Nama Mobil ? Ini Rincian Biayanya

Balik Nama Mobil ? Ini Rincian Biayanya

Ilustrasi STNKdan BPKB. foto:ISTIMEWA

Sketsanews.com, Jakarta – Kondisi moda transportasi umum yang belum memadai, membuat banyak kalangan memutuskan untuk memiliki mobil sendiri. Tentu akan lebih nyaman berkendara dengan mobil sendiri untuk beraktivitas sehari-hati, khususnya bagi yang sudah punya momongan.

Berbagai kalangan pun mulai melirik berbagai jenis mobil, mulai dari mobil baru hingga mobil bekas. Membeli mobil bekas tidak lagi masalah, asalkan bisa berkendara dengan nyaman bersama keluarga. Namun, ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan saat membeli mobil bekas.

Masalah harga, kondisi mobil, serta keharusan membayar bea untuk balik nama. Jika sudah berpindah tangan, maka harus ada balik nama untuk kepemilikan mobil tersebut. Kira-kira, berapa nominal yang harus dibayarkan untuk mengurus biaya balik nama mobil bekas? Berikut jawabannya:

Bagaimana menghitung bea balik nama kendaraan bermotor?

Banyak yang enggan untuk mengurus bea balik nama karena khawatir dengan tingginya biaya. Padahal nih, jika kamu mau mengurusnya, maka akan lebih murah biaya untuk pajak kendaraan bermotor.

Saat dihitung-hitung lagi, biaya bea balik nama ini tidaklah sehoror yang dibayangkan. Penyebabnya adalah nilainya jauh lebih kecil dari harga beli kendaraan yang kamu beli.

Agar lebih mudah menghitung perkiraan biaya bea balik nama, pertimbangkan komponen di bawah ini:

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu-Lintas Jalan (SWDKLLJ)

Nominal untuk SWDKLLJ ini sudah ditentukan oleh pemerintah. Umumnya, kamu perlu membayar senilai Rp 143 ribu untuk mobil penumpang non-angkutan.

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB)

BBN-KB harus dibayarkan ketika kamu membeli kendaraan baru hingga bekas. Besarnya biaya tentu berbeda-beda, menyesuaikan kebijakan tiap daerah. Selain itu, tarif BBN kendaraan bekas dan baru juga akan berbeda.

Sebagai contoh, jika kamu membeli kendaraan baru (BBN1) di wilayah Jakarta, maka tarifnya sebesar 10 persen dari nilai kendaraan. Berbeda dengan kendaraan bekas (BBN2), kamu perlu membayar 1 persen dari nilai kendaraan.

Sehingga, saat membeli mobil bekas dengan harga Rp 150 juta, maka kamu harus membayar BBN2 sebesar 1 persen x Rp 150 juta yaitu Rp 1,5 juta. Namun, tidak sedikit terdapat program penggratisan BBN dengan batas waktu tertentu pada suatu daerah. Bisa juga nih dimanfaatkan! Dikutip dari laman Liputan6.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: