Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Hidup Sehat, News Balita Penderita Hernia di Malang 3 Kali Operasi Tak Kunjung Sembuh

Balita Penderita Hernia di Malang 3 Kali Operasi Tak Kunjung Sembuh

Azkara bersama Lutfi (Foto: facebook)

Sketsanews.com, Malang – Bocah Balita bernama Azkara asal dusun Jumput Rt 02/Rw 01 Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang ini menderita penyakit Ileus Obstruktif Partical dan Hernia Umbilicalis.

Putri dari Lutfi Afrianto (31) dan Rosita Dewi (21) ini mulanya mengalami muntah-muntah dan kondisi perut yang semakin hari semakin membesar. Maka kedua orangtuanya segera membawa Azkara ke Rumah Sakit Panti Nirmala Malang.
Berdasarkan keterangan dokter, bahwa Azkara harus segera dioperasi.

Walaupun RS. Panti Nirmala menerima pasien BPJS, sementara itu untuk biaya operasi Azkara diperkirakan mencapai 50 juta rupiah. Adapun RS. Panti Nirmala hanya bisa mengcover sebesar 8 juta rupiah dan sisanya dibayarkan secara mandiri.

“Akhirnya saya masuk keruang dokter dan dirujuk ke RS. Saiful Anwar Malang yang bisa mengcover biaya pasien BPJS sepenuhnya,” kata Rosita kepada Sketsanews, Rabu (11/10/2017).

Balita 4 tahun ini akhirnya menjalani operasi di RSSA Malang. “Tidak ada jalan lain kecuali operasi, jadi usus anak saya dipotong sepanjang 2 cm karena kondisi usus lengket dan hernia”, terang Rosita.

Namun sangat disayangkan ketika satu bulan pasca operasi kondisi luka bekas operasi tak kunjung sembuh, namun justru semakin bertambah memperihatinkan, seperti keluar cairan dan nanah.

Dengan kondisi luka yang belum mengering, pihak rumah sakit menawarkan untuk rawat jalan dengan syarat harus kontrol sekali dalam seminggu dan akhirnya disetujui oleh orang tua.

Ketika kontrol dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi lagi yaitu operasi second lock.

Operasi kedua dilakukan pada tanggal 10 November 2016, bersama dokter Lulik Ingarwati.

Namun setelah operasi yang kedua ini justru kondisi Azkara semakin memburuk yaitu keluar kotoran dari luka bekas operasi. “Ada kotoran yang keluar lewat bekas jahitan, kata dokter usus anak kami bocor”, beber Rosita.

Hingga pada tanggal 5 Januari 2017, kondisi Azkara semakin memburuk, Azkara pun kembali dibawa ke UGD RSSA Malang karena tidak bisa buang air kecil. Operasi pun kembali dilakukan pada tanggal 26 Januari 2017.

“Ketika operasi kami dipanggil oleh dokter, beliau menuturkan bahwa tim dokter tidak berani melakukan operasi dikawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami pun pasrah dan manut pada dokter,” ujar Rosita.

Hingga berita ini diturunkan, Rosita mengaku sampai saat ini belum ada bantuan dari Dinas Kesehata maupun Dinas Sosial. Dirinya berharap pemerintah bisa membantu dalam mengobati anaknya.
(Im)

%d blogger menyukai ini: