Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Bangladesh Dorong Rencana Relokasi Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Bangladesh Dorong Rencana Relokasi Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Sketsanews.com, DHAKA – Penderitaan warga Rohingya tampaknya akan kembali bertambah. Pasalnya, otoritas Bangladesh dorong rencana kontroversial untuk merelokasi puluhan ribu pengungsi Rohingya di negara tersebut ke pulau terpencil.

Dilaporkan, pemerintah Bangladesh telah membentuk sebuah komite khusus yang terdiri dari para pejabat di distrik-distrik pesisir untuk membantu mencatat dan merelokasi warga Myanmar yang tidak memiliki dokumentasi ke Pulau Thengar Char. Sekadar informasi, pulau terpencil itu berlokasi di Teluk Bengala.
“Komite tersebut akan membantu pemindahan pengungsi baik yang terdaftar dan yang tidak terdaftar dari Myanmar menuju Thengar Char dekat Pulau Hatiya di Distrik Noakhali,” berdasarkan perintah kabinet pada pekan lalu yang diunggah di laman Pemerintah Bangladesh, sebagaimana dikutip dari Indian Express, Selasa (31/1/2017).

Pejabat setempat mengatakan kepada AFP bahwa Thengar Char merupakan pulau yang hanya bisa diakses pada musim dingin dan menjadi surga bagi para perompak. “Pulau itu benar-benar terendam banjir selama musim hujan. Merupakan ide yang buruk mengirim seseorang untuk tinggal di sana,” ujar sang pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Pejabat Bangladesh memperkirakan 65.000 warga Rohingnya masuk ke Bangladesh semenjak pergolakan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, pada Oktober 2016. Sedikitnya ada 232.000 warga Rohingya baik yang terdaftar dan tidak terdaftar tinggal di berbagai kamp pengungsi dengan fasilitas buruk di Bangladesh.

Ada indikasi rencana relokasi ini dipicu agar turis mau datang ke Bangladesh. Sebab Cox Bazar yang menjadi lokasi pengungsian dari 32.000 warga Rohingya merupakan lokasi dengan pantai tidak terputus yang terpanjang di dunia. Para pejabat Bangladesh khawatir kehadiran warga Rohingya akan membuat sektor pariwisata di Cox Bazar menjadi lesu. Dikutip dari Okezone.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: