Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Banjir Melanda Pasuruan

Banjir Melanda Pasuruan

Ilustrasi – Polisi mengatur arus lalu lintas kendaraan yang melintasi genangan banjir di Jalan Raya Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (18/2). Banjir yang melanda selama beberapa hari terakhir menyebabkan terganggunya aktivitas transportasi di Jalan Raya Porong. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/kye/16

 

Sketsanews.com, Pasuruan – Hujan yang mengguyur di wilayah Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyebabkan Sungai Welang dan Sungai Kedunglarangan serta Sungai Pagak, kembali meluap, Senin (3/4) tadi malam. Akibatnya, empat wilayah desa dan kelurahan di Kecamatan Bangil, di wilayah Kabupaten Pasuruan dan empat di Kecamatan Kraton dan Pohjentrek dilanda banjir.

Bahkan banjir juga melanda wilayah Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Kota Pasuruan tergenang banjir. Banjir di sejumlah lokasi juga terjadi akibat air hujan tak bisa ditampung saluran-saluran air yang diduga karena air laut sedang pasang.

“Naiknya volume air Sungai Welang, Sungai Kedunglarangan dan Sungai Pagak ditambah air laut Selat Madura sedang pasang menyebabkan Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Manaruwi dan Kalirejo Kecamatan Bangil tergenang setinggi 50 sentimeter. Banjir di lokasi ini menggenangi jalan karena rata-rata rumah penduduk posisinya sudah tinggi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, yang dikonfimasi, Selasa (4/4) pagi.

Banjir juga terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton akibat naiknya Sungai Welang. Ketinggian banjir di dua desa ini di mencapai 60-70 sentimeter. Selain luapan sungai, banjir juga terjadi akibat hujan deras lokal dan air dari luberan sawah seperti Warungdowo, Susukanrejo dan Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek serta Desa Jeruk dan Klampisrejo, Kecamatan Kraton.

“Sepertnya air laut juga sedang pasang, sehingga ketinggian banjir terjadi dengan ketinggian sekitar 40-50 sentimeter. Sebagian rumah warga sudah sudah tergenang,” katanya.

BPBD terus memantau kondisi sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Pasuruan. Saat ini jumlah desa dan rumah yang tergenang masih terus didata.

Dikutip dari Berita Satu, Banjir juga terjadi di sejumlah kelurahan di Kota Pasuruan akibat hujan lokal yang sangat lebat. Banjir terpantau di Kelurahan Krampyangan, Jalan KH Abdul Hamid, Jalan Hasanuddin dan lokasi lain. Di Krampyangan, air sudah meluber ke jalan,” ujar Kahumas Pemkot Pasuruan Eddy Herry Respati.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: