Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Bank Diminta Agresif Mendanai Nelayan

Bank Diminta Agresif Mendanai Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merekam suasana kuliah umum di depan ribuan mahasiswa di Sabuga ITB Bandung, Jawa Barat, 18 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia.

Sketsanews.com, Jakarta -Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta institusi keuangan di daerah lebih agresif untuk mendanai kegiatan nelayan. Selama ini, kata Susi, nelayan masih sulit mendapatkan pinjaman lunak dari bank daerah.

“Di daerah, banyak institusi keuangan seperti mercusuar. Jadi, petani dan nelayan itu takut untuk masuk ke dalam bank. Jadi, apa salahnya kalau kami menjemput bola?” ujar Susi di kantornya saat ditemui Tempo, Jumat, 25 Agustus 2017.

Susi menyebutkan omzet tempat pelelangan ikan saat ini jauh meningkat. Seperti di Pangandaran, Jawa Barat, pendapatannya bisa mencapai Rp 100 miliar per tahun. Dulu, fasilitas ini hanya beromzet Rp 40 miliar saban tahun. Kenaikan pendapatan ini, kata Susi, seharusnya bisa merangsang pertumbuhan kredit bagi penangkap ikan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Suprajarto, menyatakan sempat khawatir mendanai nelayan karena pendapatannya tidak menentu. Namun, kata dia, industri perikanan tangkap bisa kembali menggeliat karena konsumsi ikan Tanah Air setiap tahun meningkat hingga 8 persen. “Terus terang saja, dulu kami khawatir kasih kredit kepada nelayan karena pulang enggak dapat ikan atau ikannya dijual di tengah laut,” ujar dia.

BRI nantinya akan menyiapkan bantuan pendanaan bagi nelayan. Besarannya bervariasi, mulai dari Rp 800 juta hingga Rp 3,5 miliar. Nelayan bakal mendapat pinjaman selama digunakan untuk perbekalan melaut, akomodasi, ataupun pembelian alat tangkap baru. Suprajarto juga meneken kerja sama layanan perbankan untuk pengelolaan dan penyaluran dana bergulir bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarief Widjaja.

Menteri Susi meminta BRI agar mengurangi bunga pinjaman maksimal 6 persen untuk menggenjot pembiayaan kepada nelayan. Sebab, kredit berbunga rendah, kata dia, berguna untuk mengurangi kemiskinan penangkap ikan skala kecil. “Kalau memberi pinjaman tapi bunganya masih besar, bukan membantu yang kecil namanya.” Dia juga berharap BRI membangun gerai ATM di sekitar permukiman nelayan serta membantu revitalisasi tempat pelelangan ikan.
(Ro)

%d blogger menyukai ini: