Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Basarnas Ungkap Kendala Pencarian 10 Tentara AS yang Hilang

Basarnas Ungkap Kendala Pencarian 10 Tentara AS yang Hilang

Kepala Kantor Basarnas Kepri Djunaidi bersama anggota Basarnas. Foto/Dok/SINDO/Muhammad Bunga Ashab.

Sketsanews.com, Batam – Hari ketiga Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS) setelah tabrakan antara kapal perang AS USS John S Mccain (DDG) 56 dengan MV Alnic MC berbendera Liberia. Basarnas fokus melakukan pencarian di wilayah utara Singapura yang berbatasan langsung dengan wilayah Pulau Bintan, Indonesia.

Kepala Kantor Basarnas Kepri Djunaidi mengungkapkan, kendala pencarian yang dihadapi petugas karena tidak bisa memasuki lokasi kejadian. Penyebabnya, kata dia, sudah masuk wilayah Singapura.

Dikutip dari Sindonews, “Fokus pencarian ke wilayah perbatasan utara Singapura daerah perairan Bintan,” ungkap Djunaidi di Pelabuhan Basarnas Sekupang, Batam, Rabu (23/8/2017).

Dia menuturkan, untuk masalah cuaca hari ini sangat cerah. Menurutnya khusus Basarnas, pencarian korban dilakukan sebanyak dua kapal, yakni KN SAR Purworejo dan KN SAR Romeo Bravo 209.

Dia menambahkan, pencarian korban turut dibantu oleh unsur-unsur lain. Dia menyeutkan seperti TNI Angkatan Laut (AL), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Bea dan Cukai.

“Kesulitan pencarian tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, salah satu korban telah ditemukan di perairan Johor, Malaysia, sekitar delapan mil dari lokasi kejadian. Dia menerangkan, jasad korban pada pukul 08.00 waktu setempat akan dievakuasi oleh pihak AS menuju kapal perang AS di Singapura.

“Informasinya hari ini akan dievakuasi dari Malaysia ke kapal perang AS dengan menggunakan hely AS,” terangnya.

Dia menambahkan, hingga kini pencarian 10 tentara AS terus dilakukan oleh pihak Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pencarian, lanjut dia dari jarak lima notical mill dari arah timur laut Pulau Pedra Branca yang sudah  masuk wilayah Malaysia. Pencarian dilakukan sepanjang 40 mil dengan kecepatan 16 knot.

“Dikhawatirkan korban terkena kapal niaga yang lalu lalang di Selat Singapura, karena kapal sangat  ramai,” katanya.

Menurutnya aturan kerja sama SAR antara Malaysia, Singapura, dan Indonesia terkait insiden kecelakaan laut, ketiga negara akan terlibat melakukan pencarian.

“Jika terjadi musibah maka ketiga negara terlibat melakukan pencarian, tapi yang melakukan pencarian difokuskan oleh pemilik wilayah kejadian,” tutupnya. 

(Ro)

%d blogger menyukai ini: