Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Bayar Tol Pakai Uang Elektronik Hanya Butuh 3 Detik

Bayar Tol Pakai Uang Elektronik Hanya Butuh 3 Detik

Foto: Rachman Haryanto

Sketsanews.com, Jakarta – Dorong penggunaan uang elektronik di jalan tol 100%, pemerintah merencanakan menutup layanan transaksi tunai di jalan tol. Ini sebagai upaya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

“Kita menuju kepada pengoperasian jalan tol secara non tunai secara penuh itu sebagai bagian dari GNNT. Nah, jalan tol sebagai salah satu moda dalam proses menuju ke sana (GNNT),” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, kepada detikFinance saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (12/3/2017).

Melalui transaksi non tunai, ada banyak manfaat yang dapat dirasakan. Mulai dari kepraktisan bertransaksi, keamanan dalam membawa instrumen non tunai dibandingkan dengan uang tunai, hingga pencatatan transaksi secara otomatis yang akan memudahkan dalam menghitung aktivitas ekonomi.

Penggunaan transaksi non tunai juga dipercaya dapat mencegah terjadinya antrean yang kerap mengular di gerbang tol.

“Yang pasti kalau antre pakai tunai, uangnya harus ada kembalian, kan dia butuh waktu. Sementara kalau ini secara umum masih lebih cepat dari yang manual. Itu prosesnya di bawah 3 detik,” kata Herry.

Herry mengakui, terkadang ada beberapa hambatan terkait alat yang digunakan untuk melakukan transaksi secara elektronik, namun demikian, pihaknya senantiasa melakukan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh gerbang tol yang ada.

“Memang ada kadang-kadang masalah di alat. Ini bagian dari tahapan. Kalau alat bermasalah ya harus diganti. Kalau memang bermasalah, alatnya nanti diaudit. Tapi kalau pun ada masalah lama, paling jadi dua kalinya (waktu normal 3 detik), jadi 4 atau 6 detik. Masih lebih cepat dari yang manual,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT, Hadi Suprayitno. Melalui transaksi non tunai, manfaat yang dirasa akan lebih banyak daripada manual, mulai dari mengurangi antrean yang berlebih karena prosesnya yang lebih cepat hingga mencegah beredarnya uang palsu (secara jangka panjang).

“Jadi waktu transaksi lebih pendek atau lebih cepat, mengurangi panjang antrean, mengurangi peredaran uang tunai sejalan dengan program National Payment Gatewaynya Bank Indonesia, sama menghindari uang palsu juga,” tukasnya.

Seperti diketahui, tahun ini pembayaran tol di seluruh gerbang-gerbang tol di Indonesia bakal menerapkan sistem non tunai atau secara elektronik secara penuh. Artinya pembayaran tunai atau secara cash tidak akan lagi dilayani.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mengimplementasikan GNNT atau less cash society yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 2014 lalu.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: