Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News BBM 1 Harga Perlu Diawasi Banyak Pihak

BBM 1 Harga Perlu Diawasi Banyak Pihak

SPBU Milik Pertamina. (Foto: Okezone)

Sketsanews.com, Kupang – Branch Marketing Manager PT Pertamina Nusa Tenggara Timur (NTT), Mardian, mengatakan perlu ada kerjasama dari semua pihak untuk mengawasi bahan bakar minyak (BBM) satu harga di daerah itu.

“Untuk mengawasi BBM satu harga diperlukan kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, termasuk wartawan untuk memantaunya di lapangan,” kata Mardian di Kupang, Sabtu (17/3/2018).

Menurutnya, hal itu terkait upaya pengawasan terhadap BBM satu harga di sekitar daerah yang sudah mendapatkan SPBU itu yang ada di provinsi berbasis kepulauan itu. Pemerintah terus berupaya menyamaratakan BBM atau BBM satu harga di seluruh Indonesia.

Mardian menjelaskan, untuk BBM satu harga, targetnya adalah daerah terluar dan terdepan di wilayah-wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Daerah-daerah yang menjadi target BBM satu harga ini adalah daerah yang sampai saat ini belum memiliki lembaga penyalur resmi pertamina.

Biasanya, kata dia, kondisi daerah yang sulit terjangkau oleh akses kendaraan umum. Harus ‘double handling’ seperti diangkut lagi dengan menggunakan kapal dan lainnya.

Semenara di wilayah NTT, di pulau timor ada di perbatasan dengan negara Timor-Timur yaitu Atambua Kabupaten Belu. “Selain ada beberapa tempat di pulau Flores dan beberapa tempat lainnya,” katanya.

“Tetapi di pulau-pulau yang sudah ada lembaga penyalur resmi pertamina tentu tidak diperlukan lagi SPBU satu harga, karena harganya tentu sudah sama dengan daerah-daerah lain,” tambah dia.

Menurut dia, dengan semakin membaiknya infrastruktur, maka Pertamina pasti akan menambah jaringan outlet penyalur resmi seperti SPBU sehingga bisa melayani masyarakat sekitar.

Satu hal yang menjadi catatan khusus adalah jangan sampai premium dan solar ini diperjualbelikan (pengecer), padahal tidak jauh dari tempat tersebut sudah ada SPBU pertamina.

Kondisi ini dapat berakibat pada premium dan solar di SPBU habis dan konsumen terpaksa membeli pada pedagang pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dilansir dari Okezone.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: