Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Beda Struktur Tarif Listrik Indonesia Dengan 3 Negara ASEAN

Beda Struktur Tarif Listrik Indonesia Dengan 3 Negara ASEAN

Ilustrasi listrik. Di banding beberapa negara ASEAN, penggolongan tarif listrik di Indonesia cukup rumit.

Sketsanews.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mengkaji bagaimana jumlah golongan tarif pelanggan PT PLN (Persero) yang berjumlah 37 (tiga puluh tujuh), dapat disederhanakan.

Misalnya, untuk pelanggan 900 VA mampu, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA s.d. 5.500 VA sebenarnya sudah membayar besaran tarif yang sama (tarif non subsidi), sehingga sangat dimungkinkan untuk digabungkan menjadi satu golongan pelanggan saja.

Nantinya, tidak akan ada konsekuensi biaya yang dipikul oleh pelanggan meskipun struktur tarif ini disederhanakan.

Selain itu, negara-negara ASEAN lainnya juga telah menerapkan golongan tarif tenaga listrik yang cukup praktis.

Untuk di Indonesia, tarif dasar listrik non-subsidi per Agustus 2017 adalah Rp 1.467,28 atau sekitar USD 0,11 per kWh.

Sedangkan untuk golongan 900 VA, yang baru saja mengalami pencabutan subsidi, berlaku tarif sedikit lebih rendah yakni Rp 1.352 atau sekitar USD 0,10 per kWh.

Berikut beberapa struktur tarif tenaga listrik yang telah diterapkan di negara-negara tetangga, sebagaimana dilaporkan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM :

1. Brunei Darussalam

Tarif tenaga listrik di negara ini dibagi ke dalam dua jenis yakni tarif A dikenakan bagi rumah tangga dan tarif B untuk komersial/industri.

Tarif A sendiri dibagi menjadi beberapa blok pemakaian, yaitu: 10 kilo Watt hour (kWh) pertama dengan tarif BND 0,25 sen per kWh, 60 kWh berikutnya (BND 0,15 sen per kWh), 100 kWh berikutnya (BND 0,10 sen per kWh) dan pemakaian kWh berikutnya (BND 0,05 sen per kWh).

Sementara untuk tarif B, 10 kWh pertama (kVA x BND 0,20 sen per kWh, 100 kWh berikutnya (kVA x BND 0,07 sen per kWh), 100 kWh berikutnya (kVA x BND 0,06 sen per kWh, dan pemakaian kWh berikutnya (BND 0,05 sen per kWh).

2. Timor Leste

Di Timor Leste, untuk pelanggan yang menggunakan kWh meter, tarifnya dibagi dalam dua golongan tarif, yakni Komersial dan Kantor Pemerintah (USD 0,20 per kWh) serta domestik dan sosial (USD 0,16 per kWh).

Selain dua golongan tarif diatas, bagi pelanggan yang tidak menggunakan kWh meter tarifnya bervariasi dari USD 3 per bulan untuk pelanggan miskin dengan sambungan 2 Ampere dan menyala hanya 6 jam per hari, sampai dengan USD 25 per bulan.

3. Thailand

Struktur tarif tenaga listrik di Thailand dibagi ke dalam 7 golongan pelanggan, yaitu (1) rumah tangga, 2,84 Bath per kWh; (2) pelayanan umum skala kecil, 3,26 Bath per kWh; (3) pelayanan umum skala medium, 2,79 Bath per kWh; (4) pelayanan umum skala besar, 2,45 Bath per kWh; (5) hotel, 2,52 Bath per kWh; (6) institusi pemerintah, 2,71 Bath per kWh; dan (7) kegiatan pertanian, 2,28 Bathper kWh. Dikutip dari Jawapos.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: