Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Bibit Manggis Kaki Ganda Hasil Temuan Mahasiswa Untidar

Bibit Manggis Kaki Ganda Hasil Temuan Mahasiswa Untidar

BIBIT MANGGIS: Tiga mahasiswa Untidar mengembangkan bibit manggis kaki ganda guna mempercepat pertumbuhan dan berbuah dengan teknik sambung pucuk dua batang bibit manggis berkualitas. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

Sketsanews.com, Magelang – Berlatar belakang pencarian bibit manggis yang terus meningkat, 3 mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) berinisiatif melakukan pembuatan bibit manggis dengan pertumbuhan lebih cepat. Ketiganya pun berhasil menemukan solusi dengan cara sambung pucuk dua batang bibit manggis berkualitas.

Ketiganya adalah Ardika Ageng Samudra selaku ketua tim, Fisiela Fikta Arunia dan Sri Windiyani sebagai anggota. Mereka tergabung dalam kelompok PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang berangkat monev eksternal di UNNES Semarang, beberapa waktu lalu.

Ardika mengatakan, karya PKM-nya diberi judul “Untung Ganda dengan Bibit Manggis Kaki Ganda”. Tujuan pelaksanaan PKM ini untuk mendukung peningkatan ketersediaan bibit manggis, tapi dengan pembibitan yang pertumbuhannya lebih cepat dibanding bibit manggis biasa.

“Umumnya, menumbuhkan bibit manggis dari biji butuh waktu 5-10 tahun baru menghasilkan buah. Lalu kami cari cara agar pertumbuhan lebih cepat dan ketemulah teknik sambung pucuk dengan batang bawah berumur 2 tahun. Manggis akan berbuah 1 tahun sejak disambung,” ujarnya di kampusnya, Sabtu (16/9).

Dijelaskannya, bibit manggis kaki ganda dibuat menggunakan cara sambung pucuk dengan menggabungkan dua batang bibit manggis untuk menunjang serapan nutrisi dua kali lebih banyak dan pertumbuhannya cepat. Bibit yang digunakan adalah bibit manggis unggul dalam berbuah dengan bibit manggis yang baik dalam beradaptasi dengan tanah dan tahan terhadap penyakit akar.

Bibit manggis unggul yang menghasilkan buah baik dari segi kuantitas maupun kualitas menjadi batang atas, sedangkan bibit manggis yang mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan penyakit akar menjadi batang bawah.

“Batang tanaman manggis yang akan disambung cenderung berbentuk pipih dan sebidang. Karenanya, dibutuhkan keterampilan,” katanya.

Fisiela menambahkan, memilih media bibit manggis sebagai media sambung pucuk, karena tingkat kesulitannya tinggi dibandingkan tanaman lainnya. Sebelumnya, ia dan kawan-kawan telah mencoba pada tanaman durian, kelengkeng, duku, dan sawo.

“Meski tingkat kesulitan tinggi, tapi kami berhasil mengembangkanya. Saat ini sudah kami pasarnya di derah Sumberan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dari hasil perhitungan keuntungan yang didapat mencapai 50 persen dari harga jualnya. “Bibit biasa itu seharga Rp 5.000 saja. Sekarang kami buat agar nilai jual bertambah dengan sambung pucuk bibit manggis sebagai daya tarik tersendiri,” jelasnya.

Saat karyanya ini dipresentasikan di hadapan dewan juri monev (pemonev), para pemonev sangat tertarik. “Mereka tertarik dan membeli 3 bibit yang kami bawa saat presentasi,” imbuhnya, sebagaimana dikutip dari laman Suaramerdeka.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: