Sketsa News
Home Berita Terkini, News Bila Tak Bayar Dana Nasabah, Kantor Bank Woori Saudara Bandung Disita PN Bandung

Bila Tak Bayar Dana Nasabah, Kantor Bank Woori Saudara Bandung Disita PN Bandung

Sketsanews.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memerintahkan Bank Woori Saudara untuk mengembalikan uang nasabah atas nama Tengku Ajuana sebesar Rp2 miliar. Bank tersebut juga dihukum untuk membayar bunga tabungan sebesar Rp320 juta. Selain itu, hakim juga memutuskan sita jaminan terhadap Kantor Pusat Bank Woori Saudara di Jalan Diponegoro Bandung.

thumb_730999_10225117082016_sidang

Demikian hasil putusan yang dibacakan hakim ketua Nawadji SH dalam sidang gugatan perdata Hj. Tengku Ajuana (selaku nasabah) melawan Bank Woori Saudara (dulu Bank Saudara).

Dalam putusan tersebut, majelis hukum menyatakan Bank Woori Saudara terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum dan teledor hingga menimbulkan kerugian nasabahnya lantaran melakukan pencairan uang milik Tengku Ajuana dengan cara melakukan transaksi pemindahbukuan, transfer tanpa sepengetahuan nasabah. Hakim menyatakan perbuatan pencairan uang oleh bank dalam perkara ini sepenuhnya tanggungjawab pihak bank.

“Memutuskan tergugat untuk mengembalikan dana milik penggugat atas nama Tengku Ajuana sebesar Rp2 milyar dan bunga bank sebesar Rp320 juta,” kata Hakim Nawadji SH saat membacakan amar putusannya.

Sidang tersebut dihadiri kuasa hukum penggugat Agus Siswoyo, kuasa hukum tergugat I Ricky Bagja Permana dan tergugat II Anggi Novita III, Asep Permana serta kuasa hukum tergugat III Bank Woori Saudara, Rheinaldy Pangaribuan.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum penggugat menyatakan cukup puas. Ia juga mengatakan, putusan ini menjadi pembelajaran untuk bank agar berhati-hati mengelola uang nasabah, karena bank harus bertanggungjawab terhadap dana-dana nasabah.

“Nasabah saya menyimpan di bank-nya bukan ke karyawannya. Makanya bila uang tiba-tiba hilang itu menjadi tanggung jawab bank,” kata kepada RmolJabar, Selasa(16/3).

Agus mengungkapkan, selain diproses secara perdata, kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polrestabes Bandung untuk kasus pidananya dan terdakwa Ricky Bagja Merdeka bin Heri Hermanto telah diputuskan bersalah melakukan pemalsuan surat dan dipenjara 8 bulan.

Kejadian itu berawal pada tahun 2014 saat Ricky Subagja yang merupakan marketing Bank Woori Saudara KCP Kopo menawarkan Tengku Ajuana selaku nasabah primer, menyimpan uangnya dalam bentuk deposito. Tengku Ajuana mendepositokan uangnya dengan bukti Surat Pemilikan Deposito No. 0118202 atas nama Tengku Ajuana alamat Kp. Sayuran No. 6 RT. 01/08 Desa. Cangkuang Kulon Ke. Dayeuh Kolot Kab. Bandung, senilai Rp2.000.000.000, tertanggal 23 Januari 2014, tanggal jatuh tempo 23 Pebruari 2014, suku bunga 12 %.

‎ Saat Tengku Ajuana hendak mencairkan uangnya tersebut, ternyata depositonya bodong alias abal-abal. Diduga uang itu dibobol oleh Ricky Subagja dengan cara dipindahbukukan dan ditransfer ke rekening Anggi Novita Dewi. Kejadian itu pun kemudian langsung dilaporkan ke Polrestabes Bandung pada awal 2015. Selain itu, melalui kuasa hukumnya Agus Siswoyo, Tengku Ajuana melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Bandung dengan nomor 09/Pdt. G/2016/PN Bandung dan dikabulkan majelis hakim.(ip)

%d blogger menyukai ini: