Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Headlines, News BNN: Jakarta di Urutan Pertama Dalam Kasus Narkoba

BNN: Jakarta di Urutan Pertama Dalam Kasus Narkoba


Sketsanews.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kampanye untuk mensosialisasikan penyalahgunaan narkoba di Car Free Day kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kampanye ini merupakan tindak lanjut BNN terkait masih maraknya peredaran narkotika di semua lapisan masyarakat Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNN, Sapari Partodihardjo mengatakan, kampanye tersebut adalah salah satu bentuk dari program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) BNN. Ia mengatakan, prevalensi dari kasus penyalahgunaan narkoba hampir mencapai empat juta.

“Secara umum saja, data terakhir, prevalensi dari kasus penyalahgunaan (narkoba) jumlahnya hampir mencapai empat juta lebih dan Jakarta berada di urutan pertama kota yang memiliki kasus terbanyak. Klasifikasi datang dari kalangan remaja dan pekerja usia 10 sampai 59 tahun,” ujarnya kepada VIVA.co.id, pada Minggu 5 Februari 2017 di Jakarta.
Ditemui di saat yang sama, salah satu warga Jakarta bernama Suryo Prayitno (57) mengatakan, BNN seharusnya dapat bertindak lebih tegas untuk memutus rantai peredaran narkoba, khususnya di kalangan remaja.

Oleh sebab itu, ia menginginkan adanya kerja sama antara BNN, Kepolisian, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk melakukan tes kesehatan bagi anak yang ingin mendaftar masuk ke sekolah. “Saya ingin ada tes kesehatan di setiap sekolah untuk mengetahui gejala awal, menurut saya ini perlu dilakukan agar mendatangkan ketakutan bagi pemakainya. Seperti misal tes urine,” ucap pria yang juga menjadi Ketua RT di Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen ini.
Sementara itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, pada Jumat 3 Februari 2017 lalu, meminta, BNN dan Kepolisian agar saling bekerjasama dengan aparatnya. Semua lembaga terkait diminta tidak bekerja sendiri-sendiri.

“Jadi, baik BNN maupun Polri yang punya (info) jaringan (pengedar dan bandar narkoba), langsung saja beritahu kami, nanti langsung kami tindak. Kalau dibiarkan, ya berarti mereka (BNN dan Polri) memang membiarkan jaringan itu ada,” kata Yasonna di Jakarta.

Menurutnya, Kemenkumham sudah bekerja sama dengan BNN dan Polri untuk pemberantasan narkoba di dalam lapas. Karena itu, kata Yasonna, tidak tepat bila kementeriannya disebut kebobolan.
“Kami sudah kerja sama dengan BNN dan Kepolisian untuk OTT (operasi tangkap tangan). Kadang memang, seolah-olah itu hanya Polisi atau BNN, padahal kami juga kerja sama. Kadang-kadang disebut itu operasi BNN, padahal kami yang meminta”, Viva.
(Im)

%d blogger menyukai ini: