Sketsa News
Home Berita Terkini, News Bom di Bulan Ramadan dari Istanbul, Madinah hingga Solo, Ada Apa?

Bom di Bulan Ramadan dari Istanbul, Madinah hingga Solo, Ada Apa?

Sketsanews.com – “Aku mendengar tiga kali ledakan. Seakan menyadari bahwa sesuatu telah terjadi dan masuk ke dalam gedung terminal untuk mencariku. Bom tersebut meledak sesaat setelah ia masuk,” tutur ibu Serkan Turk, salah satu korban ledakan bom di Bandara Ataturk pada Selasa malam, 28 Juni kepada BBC.

029659700_1467709125-Bom

Sebanyak 45 nyawa melayang dan lebih dari 200 orang tewas. Serangan bom bunuh diri yang terjadi di Bandara Ataturk bukanlah aksi teror pertama yang melanda negara itu.

 Pada awal Juni lalu, sebuah bom mobil meledak di Istanbul dan menewaskan 11 orang

Kendati belum ada yang mengklaim dalang serangan itu, pemerintah Turki meyakini pelakunya adalah ISIS. Mereka sejauh ini sudah menangkap 13 tersangka.

Media Turki mengidentifikasi orang yang mengatur serangan sebagai Akhmed Chatayev, pemimpin Chechnya dari jaringan ISIS di Istanbul. Ia dilaporkan mengatur akomodasi untuk para pengebom.

Bom Baghdad

Pada akhir pekan lalu, pada Minggu, 3 Juli 2016, saat menjelang berbuka di Pasar Karada, Baghdad Irak. Ratusan orang berkumpul menikmati sore hari. Ada yang sedang menonton pertandingan bola di TV hingga berbelanja mempersiapkan Hari Raya Idul Fitri.

Tak berapa lama, sebuah truk memasuki kawasan pasar yang padat itu. Dan tak berapa lama meledak… dahsyat.

Getarannya meruntuhkan gedung dan kobaran api pun langsung berkobar.

Nyaris 200 orang tewas di mana sebagian besar adalah anak-anak.

Hingga Minggu sore, pemadam kebakaran masih berusaha mematikan api dan jasad masih banyak berada di dalam reruntuhan.

Bom Arab Saudi

Senin, 4 Juli 2016 pagi, petugas keamanan konsulat Amerika Serikat (AS) melihat seseorang mencurigakan di sebuah lapangan parkir rumah sakit depan tak jauh dari gedung konsulat.

Tak berapa lama sabuk yang ia kenakan meledak, membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.

“Ia meledakkan dirinya dengan sabuk di pinggangnya, di lapangan parkir rumah sakit Dr Suleiman Faqih, tak jauh dari kantor konsulat AS,” kata seorang petugas keamanan yang terluka.

Insiden terjadi di pagi hari menjelang 4 Juli hari kemerdekaan AS dan tak lama sebelum buka puasa. Dua orang terluka dalam insiden tersebut.

Serangan kedua, terjadi di Kota Qatif yang dikenal sebagai pusat bisnis. Pelaku pengeboman bunuh diri mencoba meluncurkan aksi terornya di masjid Syiah. Namun gagal. Ia tewas berkeping-keping. Tak ada yang terluka dalam peristiwa itu.

Serangan ketiga, yang paling mematikan, terjadi di Madinah. Ada empat orang meninggal dunia, sementara satu orang terluka. Madinah adalah kota penting kedua bagi umat Islam setelah Mekkah.

Pelaku bom bunuh diri yang tewas dalam ledakan disebut menargetkan penjaga keamanan dan jemaah.

Bom Solo, Indonesia

%d blogger menyukai ini: