Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Bule Portugal Mengajar di Pesantren Nuris

Bule Portugal Mengajar di Pesantren Nuris

BULE NGAJAR: Ines Mendes dan Ehab Ahmed Hamed saat mengajar siswa Madrasah Aliyah Unggulan Nuris. (Bagus Supriadi/Radar Jember)

Sketsanews.com, Jember – Empat warga negara asing (WNA) berbagi pengalaman dengan santri Ponpes Nuris Antiorogo.

Bule dari Cambodia, Portugal dan Mesir mengajar sekitar satu bulan di Ponpes Nuris. Sejak 7 Agustus  hingga 19 September 2017 mereka akan berbagi ilmu kepada ribuan santri yang sehari-hari belajar agama Islam.

Empat WNA itu adalah Ehab Ahmed Hamed, mahasiswa Canadian International College (CIC), Ines Mendes mahasiswi University of Coimbra FEUC Portugal, Lyna Meak mahasiswi Royal University of Phnom Penh Cambodia dan Lily Hu mahasiswi Shand Xong University Cambodia.

Mereka mengajar tentang budaya dan potensi negaranya masing-masing pada para santri.

Sehingga pemahaman budaya negara lain bisa menambah wawasan para santri. “Kami relawan yang ingin berbagi pengalaman, menjadikan pelajar sebagai generasi yang lebih baik,” kata Ines Mendes.

Ines begitu terkesan dengan pendidikan dan pembelajaran yang ada di pesantren. Hal itu tidak ditemukan di negaranya.

“Mereka sangat ramah ketika menyambut kami,” aku mahasiswi fakultas ekonomi tersebut.

Dia mengajar di sejumlah lembaga, seperti SMA, SMK, MA, hingga SMP.

Komunikasi yang digunakan Bahasa Inggris, santri tak canggung untuk memahami bahasa tersebut.

Dikutip dari Jawapos, “Awalnya saya nggak tau mau ngajar di mana, hingga akhirnya disarankan di Nuris,” akunya.

Dia terinspirasi mengajar untuk ikut mencerdaskan para pelajar. Terutama meningkatkan kemampuan santri di bidang kepemimpinan agar menjadi lebih baik. “Pendidikan di pesantren dispilin dan menyenangkan,” tuturnya.

Hal senada juga diakui oleh Ehab Ahmed Hamed yang mengajar para santri. Mahasiswa asal Mesir juga berbagi budaya negaranya di Mesir.

Selain itu, juga memperkenalkan tempat-tempat bersejarah seperti Piramid, Alexandria, dan lainnya.

Dia merasa senang bisa berbagi pengetahuan dengan para santri. Bahkan tertarik dengan budaya dan tradisi pesantren yang sederhana, ramah dan disiplin.

Humas Ponpes Nuris Gus Abdurrahman menambahkan kegiatan bule mengajar di Nuris dilakukan setiap tahun.

Para santri dikenalkan dengan budaya luar negeri agar memiliki wawasan luas.

“Ini juga memotivasi santri agar memiliki cita-cita yang tinggi untuk diwujudkan,” ucapnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: