Sketsa News
Home Berita Terkini, News Bypass Mojokerto Macet Parah, Kendaraan Tembus 10 Ribu Per Jam

Bypass Mojokerto Macet Parah, Kendaraan Tembus 10 Ribu Per Jam

Jalur utama trans nasional bypass Mojokerto dikepung kemacetan. Selama hari H dan hari kedua lebaran, kendaraan yang melintas mencapai angka 10 ribu per jam.

Hal itu membuat petugas menerapkan sistem contraflow.

Penerapan tersebut menyusul padatnya kendaraan yang melintas hingga mengekor 3 kilometer (km).

Sistem dua jalur dijadikan satu arah tersebut harus diperpanjang selama 30 menit. Hal tersebut bertujuan mengurai penumpukan kendaraan.

Khususnya yang dari arah Surabaya menuju Jombang dan Madiun.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, ribuan kendaraan terlihat memadati jalur bypass Kabupaten Mojokerto. Mulai kendaraan pribadi hingga roda dua.

Selain dari arah Surabaya, kepadatan terjadi dari arah Jombang, Mojosari, dan dalam Kota Mojokerto.

“Lonjakan volume kendaraan yang melintas tidak hanya di jalur bypass, tapi di jalan alternatif. Ini tak lepas dari masyarakat lokal yang hendak berkunjung,” kata Kabagops Ditlantas Polda Jatim AKBP Harri Sindu Nugroho kemarin (7/7).

Menurut dia, lonjakan kendaraan hari kedua Lebaran kemarin memang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Kalau hari H Lebaran Rabu (6/7) kepadatan dari Surabaya mencapai 7 ribu kendaraan, di hari kedua Lebaran lonjakan sudah menembus 10 ribu kendaraan per jam.

Tak urung, hal itu membuat petugas harus menerapkan sistem contraflow untuk mengurai kemacetan. Khususnya dari arah Surabaya menuju JombangMadiun.

“Hari H dan hari kedua Lebaran sistem contraflow terus kami terapkan. Bedanya, di hari kedua waktunya diperpanjang selama 30 menit,” terangnya.

Bukan hanya itu, Harri mengaku, ada pola-pola yang sudah disiapkan untuk mengatasi kepadatan arus mudik Lebaran.

Di antaranya, melakukan pengalihan arus, menerapkan contraflow, bahkan sistem buka tutup jalur.

Pola sistem buka tutup jalur diterapkan setelah sistem lainnya belum mampu mengurai kemacetan.

Misalnya, di jalur poros bypass dan jalur-jalur alternatif. Termasuk jalur di dalam Kota Mojokerto.

“Sifatnya final. Tapi, kalau dilihat, padatnya arus yang melintas di wilayah Mojokerto masih dalam kategori wajar. Artinya, cukup dengan sistem contraflow kepadatan sudah bisa terurai,” jelas Harri di pos pengamanan Simpang Lima Kenanten, Puri, Mojokerto.

Menurut dia, lonjakan tersebut sudah diprediksi. Sebab, pada hari kedua, potensi warga untuk berlibur dan berkunjung ke sanak saudara terlihat lebih tinggi.

Tentunya, hal itu sudah tak menjadi rahasia umum. Sebab, hampir setiap tahun sudah pasti terjadi.

“Kepadatan sudah terjadi pukul 09.30 dan siang ini sudah kembali lancar setelah sistem contraflow kami terapkan,” pungkasnya.

Kepadatan arus lalu lintas juga terjadi di Jombang kemarin (7/7). Sedikitnya ada tiga titik lokasi kemacetan yang terlihat dalam rentang waktu hampir bersamaan.

Selain simpang tiga Braan yang rutin macet tiap tahun, kepadatan arus lalu lintas juga terlihat di Jalan Raya Mojoagung dan Jalan Raya menuju jembatan Ploso.

Di Kecamatan Mojoagung misalnya, yang menjadi gerbang utama para pemudik melintas menuju daerah jujugan masing-masing.

Dari titik inilah (Mojoagung, Red) iring-iringan kendaraan mulai bergilir memasuki Jombang. Baik roda dua maupun roda empat.

Dari Pantauan Jawa Pos Radar Jombang volume kendaraan meningkat sejak pukul 07.30.(RO/Jawapost)

%d blogger menyukai ini: