Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News Cerita Dibalik Polisi di Lampung Pose Bareng 5 Jasad Pelaku Begal

Cerita Dibalik Polisi di Lampung Pose Bareng 5 Jasad Pelaku Begal

Polisi dan jasad pelaku begal (Foto: Istimewa)

Sketsanews.com, Bandar Lampung  —  para peselancar dunia maya dikejutkan dengan muncul foto anggota polisi. Bagaimana tidak, dalam foto yang beredar terlihat sejumlah anggota buser Kepolisian tengah berpose dengan mengepalkan tangan bareng lima jenazah.

Belakangan diketahui, kelima jenazah tersebut merupakan pelaku begal di wilayah Bandarlampung.

Kapolda Lampung Irjen Sudjarno membenarkan jika orang dalam foto itu adalah anggotanya. Mereka tergabung dalam Tim khusus Antibandit (Tekab) 308.

Mantan Wakapolda Metro Jaya itu pun langsung mengusut anggotanya.

“Memang benar ada tim Paminal Mabes Polri, untuk memeriksa anggota Tekab 308,” ujarnya saat dikonfirmasi terkait foto yang beredar.

Tim Tekab sendiri dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Deden Heksa Putra. Entah siapa yang pertama kali menyebar, kini masih dalam penyelidikan Paminal Mabes Polri.

Meski demikian, ada rentetan peristiwa di balik foto itu.

Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan sebelumnya masuk informasi jika ada pembegalan di Lampung.

“Kemudian Tim Tekab 308 (Tim Khusus Anti Bandit) langsung menelusuri TKP. Mereka biasanya dua motor. Satu motor isi dua orang, satu motor isi tiga orang, karena kalau dua atau tiga orang itu bisa beraksi, bisa dapat tiga motor,” kata Rikwanto di Wisma Bhayangkari, Mabes Polri, dikutip dari Merdeka.com Rabu (5/4).

Saat penangkapan, lanjut Rikwanto, tim mendapatkan perlawanan dari para pelaku hingga terjadi baku tembak. Akhirnya, pelaku berhasil dilumpuhkan.

“Dilakukan pengepungan dan ternyata tidak mulus. Akhirnya jadi baku tembak dan penyerangan terhadap petugas. Untuk menghindari korban di petugas akhirnya dilumpuhkan, tertembak,” jelasnya.

Kelima tersangka yang tertembak tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Lampung. Namun, kemudian meninggal dalam perjalanan.

“Pada waktu dibawa ke Rumah Sakit Polri di Lampung, diperjalanan meninggal dunia. UGD juga mengecek sudah meninggal, kemudian diarahkan ke kamar jenazah,” tuturnya.

Jenazah sempat diletakkan di taman, sebab saat itu Pukul 03.00 dini hari dan kamar jenazahnya belum buka.

“Jenazah mereka (tersangka) di mobil. Itu kan ada darah menetes. Menghindari di mobil bertumpuk, dibawa ke kamar jenazah, namun kamar jenazahnya belum buka. Jadi ditaruh dulu di taman, di rerumputan situ.”

Karena itu, Rikwanto menegaskan bahwa kelima jenazah itu diletakkan di taman bukan untuk difoto. “Jadi memang bukan untuk foto-foto sebenarnya. Ditaruh untuk memudahkan pada waktu petugasnya datang, dibuka, segera dimasukan,” tegasnya.

Dalam waktu menunggu itu ada yang mengambil foto. “Dalam konteks menunggu, ada yang coba dekat situ, ambil foto. Yang lain tanpa koordinir ikut-ikutan ambil foto. Akhirnya, jadilah sebuah foto,” ungkapnya.

Atas insiden itu, mewakili institusinya, Rikwanto menyampaikan permohonan maaf.

“Kita sudah minta maaf pada masyarakat Lampung khususnya, pada masyarakat Indonesia. Kita akan melakukan tindakan kepada mereka-mereka yang ada dalam foto tersebut. Tentunya terukur,” tutupnya.

[As]

  • Deddy Karte

    Seharusnya polisi menghargai jasad begal, walaupun kelakuan begal itu sadis, mereka juga manusia. Polisi seharusnya memberikan contoh yg baik bagi masyarakat

%d blogger menyukai ini: