Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News Crisis Center First Travel Bakal Ditutup, Tapi Ada Catatannya

Crisis Center First Travel Bakal Ditutup, Tapi Ada Catatannya

Kantor First Travel (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Polri terus melakukan penelusuran berkedok travel Umrah yang dilakukan dua bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Kepala Biro Penerangan Divisi Humas ‎(Kaporpenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, crisis center di Bareskrim Polri rencananya akan disudahi pada tanggal Minggu (10/9) besok. Namun menurutnya, tidak menutup kemungkinan crisis center pengaduan First Travel diperpanjang apabila masih banyak masyarakat yang mengadu.

“Sampai saat ini yang sudah melaporkan ke crisis center sudah 20 ribu orang,” ujar Rikwanto saat ditemui Jawapos, dalam acara Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (9/9).

‎Mantan Kapolres Klaten, Jawa Tengah ini menambahkan, sampai saat ini sudah 8 ribu orang yang telah mengambil paspor yang tertahan oleh First Travel. Jumlah ini bertambah dari sebelumnya hanya 4 ribu orang saja. Oleh sebab itu dia meminta kepada masyarakat untuk bisa mengambil pasor miliknya.

“Jadi silahkan saja kalau mau ambil paspor yang masih tersangkut,” katanya.

Sementara, polisi juga menemukan paspor milik jamaah dan juga buku rekening saat melakukan pengledahan dari rumah bos First Travel itu. Nantinya semua bukti-bukti ‎akan dikumpulkan termasuk juga temuan 50 rekening oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

“Jadi bukti-bukti itu akan dikompilasikan dengan temuan sebelumnya,” katanya.‎

Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya secara resmi telah menjatuhkan sanksi administratif pencabutan izin operasional PT. First Anugerah Karya Wisata (First Travel) sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sanksi itu ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 589 Tahun 2017 per tanggal 1 Agustus 2017 lalu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan adik Anniesa Hasibuan, Kiki Hasibuan, sebagai salah satu tersangka kasus First Travel. Kiki diduga mengetahui cara kerja First Travel.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, mengatakan, Kiki berperan sebagai Komisaris Keuangan di First Travel. Dengan posisi tersebut, disinyalir Kiki mengetahui cara kerja dan aliran dana dalam mengoperasikan First Travel sebagai biro perjalanan. Kiki pun diduga mengetahui perbuatan yang dilakukan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, dan juga Anniesa Hasibuan.

Sejauh ini, tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Dua tersangka awal, yakni Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang telah diamankan polisi Rabu (9/8) silam. Setelah melakukan pengembangan, polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap adik Anniesa, yakni Kiki dan ditetapkan mrnjadi tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang jamaah umrah First Travel.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: