Sketsa News
Home Berita Terkini, News Daging dari India hanya untuk Jabodetabek

Daging dari India hanya untuk Jabodetabek

Sketsanews.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan impor daging kerbau dari India hanya didistribusikan ke wilayah Jabodetabek. Enggar mengeluarkan pernyataan itu dalam menjawab kekhawatiran para petani dan peternak sapi di Lampung Tengah.

fot-201609-002713

“Jadi sekarang harus ada perimbangan. Impor daging kerbau dari India hanya didistribusikan ke Jabodetabek, dengan pengimpor tunggal Bulog. Ini upaya pemerintah menghajar para pemain daging yang tidak benar dalam menetapkan harga, bukan untuk menyerang peternak atau feedloter (perusahaan penggemukan),” tutur Enggar dalam kunjungan kerjanya ke masyarakat petani dan feedloter di Lampung Tengah, kemarin.

Kekhawatiran para peternak sapi di berbagai daerah muncul karena pada awal bulan ini tersiar wacana tentang perluasan cakupan distribusi daging kerbau impor dari India.

Mendag menjelaskan kenaikan harga daging sapi tidak selalu membawa keuntungan bagi peternak. Keuntungan kerap hanya diambil para calon perantara, sedangkan masyarakat sulit mengonsumsi daging dan akibatnya juga merugikan pedagang eceran.

“Satu kebijakan Presiden bahwa produksi nasional tetap harus dijaga dan seluruh produksi harus diserap, seperti industri pakan ternak harus menyerap hasil panen jagung. Memang di satu sisi ada aturan yang mungkin terlihat ruwet dengan adanya harga pembelian pemerintah (HPP). Namun, bila tidak diatur, harga bahan pangan lokal dapat terjun bebas…Bila harga hasil pun naik, tanpa aturan, petani tak akan menikmati karena keuntungan diambil tengkulak,” tutur Enggar.

Tujuh kelompok petani, yang menjadi peternak kecil dari tujuh desa binaan kemitraan Great Giant Livestock Company (GGLC) di Lampung Tengah, berharap kebijakan pemerintah itu dijalankan dengan sebaik-baiknya. Usaha penggemukkan dan peternakan sapi menjadi tumpuan mereka setelah hasil pertanian, seperti singkong, terus turun.

“Harapan saya, apabila pemerintah memberi kebijakan, hendaknya tolong jaga supply dan demand-nya sehingga petani tidak bergantung pada hanya pada hasil tani mereka,” ujar Sarjono, salah satu petani di kemitraan GLCC.

Kemitraan masyarakat petani dan feedloter GGLC berlangsung sejak 2012. Perusahaan menyuplai pakan konsentrat. Petani diberi impor sapi indukan untuk dirawat dan dipanen. Kini tujuh komunitas petani itu telah berhasil menggelontorkan 4.500 ekor sapi, termasuk yang sudah panen dan terjual. Tiap petani mengurus 10 ekor sapi.

(Ro/MI)

%d blogger menyukai ini: