Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Demi Peternak Kecil, Peternak Ayam Skala Besar Harus Dibatasi

Demi Peternak Kecil, Peternak Ayam Skala Besar Harus Dibatasi

Ilustrasi Peternakan Ayam. foto:pojoksatu.id

Sketsanews.com, Jakarta – Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih berharap agar peternak besar yang mempunyai populasi ternak 300 ribu dan terintegrasi harus dibatasi kepemilikannya. Hal tersebut demi keberlangsungan peternak kecil mengingat harga telur yang jatuh.

“Saat ini yang perlu diperhatikan adalah harga, supaya harga telur stabil dan peternak rakyat tumbuh lagi,” katanya melalui keterangan, Jumat (25/8).

Ia mengatakan, tingginya populasi ayam membuat harga telur jatuh di bawah HPP. Kementerian Pertanian pun melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewa mengambil kebijakan afkir untuk menekan populasi ayam layer.

“Kalau populasi tidak turun, maka harga akan jatuh di bawah HPP,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari laman Republika.

Dirjen PKH I Ketut Diarmita mengatakan, adanya penurunan populasi ayam petelur merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk pengendalian supaya tidak terjadi over supply, dengan tujuan untuk menjaga stabilitas harga telur. Pihaknya pun saat ini tengah rapat dengan GPPU untuk menghadapi bulan Suro dan Safar yang akan jatuh pada September. Pada bulan tersebut, kata dia, biasanya harga turun karena permintaan turun.

Berdasarkan pantauan dari Pengamat Informasi Pasar (PIP) Ditjen PKH setelah diterapkannya kebijakan pengendalian populasi ayam, harga telur ayam terus mengalami peningkatan. Harga telur di Blitar saat ini Rp 16 ribu hingga Rp 16.500 per kg, di Yogyakarta Rp 17 ribu per kg dan Jabodetabek Rp 18 ribu per kg. Sedangkan harga acuan yang telah ditetapkan oleh Menteri Perdagangan sebesar Rp 18 ribu per kg.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: