Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Di Bali, Pria Paruh Baya Ditabrak Pemotor Ugal-ugalan

Di Bali, Pria Paruh Baya Ditabrak Pemotor Ugal-ugalan

TERIMA SANTUNAN: Ibu Windah saat menerima santunan kecelakaan suaminya Toha Mustafa Hafidool dari pihak Jasa Raharja Denpasar, di ruangan tunggu IGD RS Sanglah, kemarin. (Juliadi/Radar Bali)

Sketsanews.com, Bali – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kuta Selatan.

Kali ini tabrakan melibatkan dua pengendara sepeda motor. Yakni Toha Mustafa Hapidool, 45, warga Jalan Gunung Lawu, Mumbul, Kuta Selatan Badung.

Dan Nur Saifi, 52, asal Jember, Jatim. Kecelakaan tersebut mengakibatkan keduanya harus masuk rumah sakit.

Mustafa harus melakukan tindakan operasi di IGD RS Sanglah. Sedangkan Saifi saat ini masih dirawat di RSUD Mangusada.

Menurut istri Mustafa, Ibu Windah, 38, suami mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya By Pass I Gusti Ngurah Rai tepatnya di median jalan.

Menurutnya, kejadian bermula ketika suaminya yang mengendarai sepeda motor Yamaha RX King BE 3067 CA baru pulang dari bengkel yang datang dari arah barat menuju timur.

Kemudian pengendara motor lainnya membawa barang berupa buah-buahan yang diketahui bernama Saifi mengendarai sepeda motornya dengan kencang dari arah sebaliknya.

Mengutip dari Radarbali, kecelakaan bermula ketika Mustafa yang mengendarai motor secara tiba-tiba berbelok arah. Nahas Saifi yang melaju kencang tak dapat menghindar.

Bruaak…! tabrakan pun terjadi. Akibat kejadian tersebut suaminya mengalami luka robek di bagian kepala.

Kemudian patah tulang pada kaki kanan dan luka yang sangat parah terjadi di bagian organ tubuh yakni paru-paru. Karena mengalami benturan keras saat kejadian.

Sementara Saifi mengalami luka ringan. “Saya mengetahui kecelakaan yang dialami Mustafa dari pihak kepolisian. Karena saat itu saya sedang berjualan di pasar,” ungkap Ibu Windah.

Menurut Windah, suaminya saat ini sedang dilakukan tindakan operasi di IGD RS Sanglah. Biaya operasi dan pengobatan mencapai Rp 47 juta.

Beruntung ada santunan kecelakaan dari pihak Jasa Raharja sebesar Rp 20 juta. “Meskipun membayar biaya operasi mencapai puluhan juta. Terpenting nyawa suami saya selamat,” tandas Ibu Windah. (Wis)

%d blogger menyukai ini: