Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Dishub Jabar Larang Transportasi Online, Padahal Bisa Mengurangi Pengangguran

Dishub Jabar Larang Transportasi Online, Padahal Bisa Mengurangi Pengangguran

BERI KETERANGAN — Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dedi Taufik, memberikan keterangan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (14/9/2016). (TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI S)

Sketsanews.com, Jakarta – Dinas Perhubungan Jawa Barat melarang operasional transportasi online. Hal ini tertuang dalam kesepakatan bersama antara Dinas Perhubungan Jawa Barat dengan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat.

Kesepakatan ini lantas membatalkan aksi demonstrasi angkutan umum besar-besaran yang rencananya akan dilakukan di area Bandung Raya, seperti diutarakan Ridwan Kamil, Walikota Bandung, dalam akun media sosialnya.

Menanggapi aturan ini netizen menyayangkan kebijakan pemerintah tersebut lantaran mereka merasa pihak yang memprotes dan melarang keberadaan transportasi online ini tak mengikuti perkembangan zaman.

Lainnya memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai mengorbankan konsumen yang sudah nyaman menggunakan transportasi online.

Ada juga yang menyebut kalau angkutan umum di Bandung memang gemar memprotes transportasi baru yang masuk ke Bandung.

Netizen pun melontarkan sejumlah alasan mengapa mereka lebih suka menggunakan transportasi online ketimbang transportasi umum tradisional. Alasan kepraktisan dan kenyamanan adalah beberapa diantaranya.

Sementara itu, pelanggan transportasi online seperti Gojek dan Grab juga sempat mengutarakan kekhawatirannya soal pemesanan transportasi ini di Bandung.

Namun admin akun transportasi online tersebut menyerahkan situasi ini sesuai dengan keberaadaan mitra pengemudi mereka dilapangan. Hal ini seperti dicuitkan oleh akun @GrabID, “Perihal tersebut silakan cek langsung pada aplikasinya ya kak. Terima kasih.”

Mengutip dari CNN Indonesia, pengguna lain juga mengeluhkan lamanya pesanan mereka direspon oleh mitra pengemudi transportasi online di Bandung.

Untuk menggalang dukungan agar transportasi online di Bandung bisa kembali beroperasi, netizen mencoba menggalang dukungan lewat petisi online.

Saat ini petisi baru ditandangani oleh 93 pendukung.

 

(Wis)

%d blogger menyukai ini: