Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, Headlines, News Diteror Pakai Samurai, Santri dan Masyarakat Balekambang Patroli 24 Jam

Diteror Pakai Samurai, Santri dan Masyarakat Balekambang Patroli 24 Jam

Ilustrasi jaga malam, Polisi Bersama Masyarakat, oleh Bhabinkamtibmas Polsek Jepara Kota.

Sketsanews.com, Jepara – Santri Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Desa Balekambang, Kecamatan Nalumsari, sepekan terakhir mendapatkan teror dari orang tak dikenal. Kini para santri dan warga sekitar patroli 24 jam.

Salah satu pengurus Ponpes Balekambang M. Ali Subhan menyampaikan, beberapa santri menjumpai dua orang tak dikenal. Keduanya menanyakan keberadaan KH Makmun Abdullah Haziq.

Santri tersebut sempat melihat satu di antara orang tak dikenal membawa senjata tajam sejenis samurai. Orang tersebut hendak naik pagar.

”Dari laporan santri, pelaku kemudian turun dari pagar dan menanyakan keberadaan Abah (KH Makmun Abdullah Haziq, Red). Kemudian meninggalkan santri begitu saja,” tuturnya.

Kejadian itu tidak hanya sekali. Terdapat tiga kali laporan kejadian yang sama. Orang tak dikenal tersebut menanyakan tokoh-tokoh NU di wilayah Kecamatan Nalumsari. Bahkan, diduga orang yang sama sempat bertanya kepada KH Wasil, imam Masjid Dukuh Penggung, Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, dengan sasaran KH Makmun Abdullah Haziq.

Selain itu, salah satu santri dari Ketua PC NU Jepara KH Khayatun Abdullah Khaziq juga menjumpai orang tersebut. Belum sempat masuk rumah, satu dari kedua orang tersebut ditanya maksud kedatangannya. Namun, mengaku mencari alamat wilayah Donorojo.

“Setelah kejadian itu, Mbah Yatun sowan ke Mbah Makmun. Kemudian mengadakan pertemuan dengan warga untuk berjaga 24 jam,” ujarnya.

Orang tak dikenal tersebut ada dua orang dengan ciri-ciri berjaket jin, bersepatu pantofel, sepeda motor Honda Beat tidak berplat nomor, berumur 40 tahun, dan membawa pedang yang ditenteng. Sering datang dini hari atau sekitar pukul 01.30 ke atas.

Kejadian tersebut bersamaan hilangnya kotak amal di masjid dan musala di Dukuh Kepel, Desa Buaran Kecamatan Mayong, Jepara. Kasus itu terjadi Sabtu (31/3) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kapolsek Nalumsari AKP Made Suwarawan mengaku, telah melakukan koordinasi dengan pengasuh maupun pengurus Ponpes Balekambang. Pihaknya telah mengantisipasi agar kejadian tersebut dapat secepatnya terungkap.

Dikutip dari Radartegal, “Selama jam rawan kami patroli dibantu warga dan santri. Seluruh informasi kami himpun untuk mengungkap peristiwa tersebut,” ujarnya. (Ro)

%d blogger menyukai ini: