Sketsa News
Home Berita Terkini, News Doa untuk Medinah, Solo, dan rentetan kejadian serangan selama bulan puasa

Doa untuk Medinah, Solo, dan rentetan kejadian serangan selama bulan puasa

Sketsanews.com – PrayForMadinah atau ‘Doa untuk Medinah’ menjadi salah satu topik populer di Twitter dunia, termasuk di Indonesia, Singapura, dan Inggris. Hingga kini tagar itu telah disinggung 435.000 kali.

terorbom

Pelaku serangan dilaporkan melancarkan serangan di dekat Masjid Nabawi di Medinah ketika aparat keamanan tengah berbuka puasa pada Senin (04/07).

“Bom di area Masjid Nabawi Madinah kembali menegaskan bahwa terorisme tak punya agama. Saudaraku, mari bersatu lawan teroris,” kata politisi Zulkifli Hasan dalam akun Twitter-nya.

“Bom di deket Masjid Nabawi dan di masjid komunitas Syiah di Saudi. Sebelum itu di Baghdad, Bangladesh, Istanbul… Suram maksimal,” kata cendikiawan Islam, Akhmad Sahal.

‘Terorisme tidak punya agama’

Sahal merujuk pada rentetan kejadian serangan bom yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Di Irak, jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri hari Minggu lalu di ibu kota Baghdad mencapai 165 orang, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Di Bangladesh, setidaknya 20 sandera tewas dibunuh kelompok bersenjata dalam drama penyanderaan di sebuah kafe di Ibu Kota Dhaka.

Di Turki, serangan senjata api dan bom terjadi di bandar udara internasional Ataturk di Istanbul, Selasa (28/06) malam, menewaskan setidaknya 28 orang.

Sebagian orang di Twitter juga menggunakan tagar #TerrorismHasNoReligion atau ‘Terorisme tidak punya agama’. “Mereka mengebom tempat paling suci di bulan yang suci! Ini sangat sedih,” kata yang lain.

‘Kami tidak takut’

Pengguna media sosial di Indonesia juga mengecam upaya serangan bom bunuh diri di Solo yang terjadi Selasa (05/07) pagi. Pelaku yang mengendarai motor tewas di halaman kantor Mapolresta Solo dan seorang petugas polisi terluka ringan.

Sejumlah pengguna menggunakan kembali tagar #KamiTidakTakut – yang pertama kali digunakan ketika serangan senjata api dan bom terjadi di Jakarta.

“Tetap beraktivitas seperti biasa, guys… Tapi tingkatkan kewaspadaan #KamiTidakTakut,” kata ‏@haryodamardono.

Lainnya mengatakan, “tetaplah waspada dan jangan ketakutan, karena tujuan teroris adalah menebar rasa takut, tetap kita gembira rayakan hari yang fitri,” kata @tbayupatti.(Dan/Kompas)

%d blogger menyukai ini: