Sketsa News
Home Berita Terkini, Hankam, News DPR Dukung Polri Evaluasi Penggunaan Senjata Api

DPR Dukung Polri Evaluasi Penggunaan Senjata Api

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Gedung DPR RI.

Sketsanews.com, Jakarta – Mabes Polri berencana akan melakukan evaluasi penggunaan senjata api oleh anggotanya. Sebab, dalam waktu dua hari, ada polisi yang bunuh diri di Blora, Jawa Tengah, dan Banyuasin, Sumatra Selatan, karena masalah senjata api. Sebagai mitra kerja dari Polri, Komisi III DPR RI mendukung langkah dari Mabes Polri terkait hal itu.

“Alangkah baiknya memang harus ada evaluasi penggunaan senjata api, agar kasus seperti ini tidak terulang kembali,” kata Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

Politikus Nasdem itu mengatakan, dalam evaluasi terhadap penggunaan senjata api, Polri perlu melakukan langkah-langkah. Salah satunya melaksanakan uji test Psikologi serta mental bagi anggota polisi bila akan mendapatkan senjata api. Dan ini berlaku bagi setiap kesatuan yang ada di tubuh Mabes Polri.

“Ujian seperti itu harus dilakukan agar mengetahui sekaligus mengukur sejauhmana anggotanya memahami penggunaan senjata api dan harus dilakukan secara menyeluruh dari Sabang sampai Marauke,” kata Sahroni.

Lebih lanjut Sahroni berharap, kejadian ini adalah terakhir menimpa Polri, dan harus ada perubahan ke depan agar korps Bahayangkara tidak tercoreng kembali dengan kasus serupa.

Diketahui, Markas Besar Kepolisian RI akan mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan anggotanya di seluruh Indonesia. Hal itu akan dilakukan menyusul terjadinya insiden penembakan tiga anggota Brimob di tempat penambangan Sarana Gas Trembul, Blora, Jawa Tengah, Selasa, (10/10).

Tiga anggota Brimob yang menjadi korban dalam penembakan di lokasi penambangan di Blora itu adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35) dan Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Di lokasi penembakan ditemukan senjata api tipe AK101.

Sebelumnya, pada Senin, (9/10), Brigadir Dua Azan Fikri ditemukan tewas di dalam mobilnya di Tunggal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin. Terdapat luka tembak di bagian kepala anggota Kepolisian Resor Musi Banyuasin tersebut, dan tangan kanannya masih memegang pistol. Ia diduga bunuh diri. Dikutip dari Republika.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: