Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Dua Ledakan Mengguncang Perbatasan Myanmar-Bangladesh

Dua Ledakan Mengguncang Perbatasan Myanmar-Bangladesh

Ledakan di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh

Sketsanews.com, Dhaka – Dua ledakan mengguncang sebuah desa di perbatasan Myanmar dengan Bangladesh pada Senin, 4 September 2017. Ledakan yang hanya berjarak 50 meter dari perbatasan Bangladesh itu disertai suara tembakan dan asap hitam tebal membumbung ke awan.

Dilansir dari Viva.co.id, penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan seorang wanita menjadi korban ledakan tersebut, kakinya luka parah terkena ledakan. Wanita tersebut dibawa ke Bangladesh untuk mendapatkan perawatan.

Seorang pengungsi Rohingya yang menyaksikan ledakan, mengatakan dari lokasi tersebut terlihat ranjau darat berupa cakram logam berdiameter 10 sentimeter (3,94 inci), sebagian terkubur di lumpur. Dia meyakini ada dua ranjau darat lagi yang terkubur di tanah.

Penjaga perbatasan Bangladesh percaya bahwa wanita yang terluka tersebut menginjak ranjau darat yang ditanam di dalam lumpur, meskipun hal itu tidak dikonfirmasi.

Dua pengungsi lainnya juga mengatakan kepada Reuters, bahwa mereka melihat anggota militer Myanmar di lokasi tersebut, sebelum ledakan terjadi sekitar pukul 14.25 waktu setempat.

Wartawan Reuters tidak dapat mengonfirmasi bahwa perangkat yang ditanam adalah ranjau darat dan ada kaitannya dengan tentara Myanmar.

Juru bicara pemimpin nasional Myanmar Aung San Suu Kyi, Zaw Htay, mengatakan klarifikasi diperlukan untuk menentukan di mana bom meledak, siapa yang bisa pergi ke sana dan yang meletakkan ranjau darat itu.

“Siapa yang bisa memastikan ranjau itu tidak diletakkan oleh teroris? Ada begitu banyak pertanyaan. Saya ingin mengatakan bahwa itu bukan berita bagus, jika Anda hanya menulis berdasarkan seseorang yang berbicara omong kosong di pinggir jalan,” kata Zaw Htay.

Kekerasan terakhir di negara bagian Rakhine di barat laut Myanmar dimulai pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer.

Bentrokan berikutnya dan serangan balik militer telah menewaskan setidaknya 400 orang dan memicu eksodus hampir 90.000 orang Muslim Rohingya ke Bangladesh.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: