Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Dulu Ngemis-Ngemis,Kini Turki Musuhi Uni Eropa

Dulu Ngemis-Ngemis,Kini Turki Musuhi Uni Eropa

Sketsanews.com, Ankara – Ulah Jerman dan Belanda yang melarang kegiatan politik Turki digelar di sana membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan emosi bukan kepalang. Apalagi, salah satu menterinya sampai dilarang masuk saat akan menggelar kampanye yang memperkuat kekuasaan Erdogan atas negerinya.

Kemarahan itu membuat Erdogan menyebut Eropa sebagai bagian dari ‘fasis dan kejam’, dan menandai tindakan itu sebagai cikal bakal Perang Dunia. Kini, Erdogan menyatakan akan meninjau ilang hubungannya dengan Eropa usai referendum yang digelar satu bulan lagi.

Dilansir dari Merdeka, Selasa (21/3), krisis diplomatik kini sedang dialami Eropa dan Turki. Negara yang dulunya mengemis agar bisa bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa, kini ogah menjadi bagian di dalamnya.

Turki sedang terperosok dalam krisis diplomatik dengan Eropa, dimulai ketika Erdogan menjuluki Belanda sebagai “sisa-sisa Nazi” dan menuduh Jerman “berakting layaknya fasis”.

Dengan keluarnya Turki dari upaya untuk bergabung bersama Eropa, Erdogan menyebut negaranya tidak akan lagi terganggu dengan proses keanggotaan Uni Eropa. Tak hanya itu, dia juga memastikan tidak ada satu orang Eropa pun memata-matai negaranya.

Dia juga melanjutkan, Turki tidak akan lagi ditekan atas kesepakatan sebesar USD 6 miliar, jika setuju menghentikan imigran gelap yang masuk ke Yunani sebagai ganti bantuan finansial dan mempercepat keanggotaannya di UE.

Pernyataan keras itu juga membuat Kanselir Jerman Angela Merkel emosi. Merkel meminta agar Turki berhenti menyamakan negaranya dengan Nazi.

“Saya meminta Turki berhenti membandingkan Nazi tetap berlaku, tanpa jika atau tetapi,” kata Merkel saat berada di Hannover.

“Sayangnya, kami memandang perbandingan itu tidak akan berhenti, dan kami tidak akan memberi toleransi atas tindakan tabu itu.”

Kontroversi kedua negara semakin memburuk ketika koran pro-pemerintah menggambarkan Merkel dengan Adolf Hitler di halaman depan, dan menyebutnya sebagai “Mrs Hitler.” Tabloid sayap kanan menyebut kanselir tengah memimpin pergerakan fasis terhadap Turki.

Hal itu hanya berselang beberapa hari setelah koran terbesar Jerman, Bild, menyerang Erdogan karena mengganggu stabilitas Eropa dan menyebutnya ‘bernapsu untuk berkuasa’.

“Bilt mengungkapkan kebenaran ke wajah Erdogan, anda bukan seorang demokrat! Anda tengah menyakiti negara anda sendiri! Anda tidak diterima di sini!” tulis harian itu.

Tindakan Erdogan agar negaranya tidak lagi berminat bergabung dengan Uni Eropa berbanding terbalik dengan upaya pemerintahan terdahulu. Padahal, negeri ini sudah melakukan pelbagai upaya agar bisa segera diterima.

Jerman, Prancis dan Belanda merupakan negara yang mempersulit keanggotaan Turki. Beberapa hal yang menjadi keberatan mereka adalah soal hukuman mati, yang sempat dihapus pada 2004 dan ingin kembali diberlakukan Erdogan. (Eni)

%d blogger menyukai ini: