Sketsa News
Home Berita Terkini, News Eks Kalapas Nusakambangan Diperiksa BNN soal Informasi Haris Azhar

Eks Kalapas Nusakambangan Diperiksa BNN soal Informasi Haris Azhar

170312920151013-161301780x390

Sketsanews.com – Penyidik Badan Narkotika Nasional hendak memeriksa mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Sitinjak pada Senin (8/8/2016) besok.

Sitinjak akan diperiksa berkenaan dengan dugaan keterlibatan petugas BNN dalam peredaran narkotika yang dilakukan terpidana mati, Freddy Budiman.

Menurut Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi bahwa rencana pemeriksaan akan berlangsung mulai jam 09.00 WIB.

Menurut Slamet, Sitinjak akan dikonfirmasi soal keterangan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar atas pengakuan Freddy Budiman.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak mengaku telah meminta klarifikasi kepada mantan Kepala Lapas Nusakambangan, Sitinjak, mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum BNN dengan terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman.

Menurut Wayan, Sitinjak mengakui bahwa pada saat ia menjadi Kepala Lapas, ada permintaan dari oknum yang mengaku sebagai petugas BNN kepada salah satu pegawai di Lapas Nusakambangan.

Oknum tersebut meminta petugas Lapas untuk melepas kamera pengawas yang mengarah pada ruang tahanan Freddy, yang kini telah dihukum mati.

“Ini yang belum tahu, kan bisa saja ada yang mengaku BNN, ini perlu ada pendalaman. Ini kewenangan BNN dan kepolisian kalau memang benar seperti itu, dan harus bisa dibuktikan juga,” ujar Wayan Dusak di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Menurut Wayan, tim dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM sedang melakukan investigasi terkait dugaan tersebut.

Kasus ini muncul setelah Haris Azhar menyebarkan pesan berisi pengakuan Freddy terkait keterlibatan sejumlah penegak hukum dan petugas dari lembaga negara dalam bisnis narkotika yang dikendalikan Freddy.

Dalam kesaksian itu, ada keterangan soal permintaan dari oknum BNN yang meminta agar kamera pengawas di tempat Freddy ditahan di Nusakambangan dilepas.

(bin)

%d blogger menyukai ini: