Sketsa News
Home Berita Terkini, News Empat Begal Bersamurai Keok Ditembak Polisi

Empat Begal Bersamurai Keok Ditembak Polisi

Sketsanews.com – Empat pelaku begal sadis berhasil diringkus jajaran Polsek Batamkota, Kamis (15/9) dini hari. Keempat pelaku masing-masing Amran Pasaribu, 19, Baltazar Lando, 19, Aditya Damara, 20 serta MS, 16.

Tiga dari empat begal berjalan menuju tahanan saat ekpos di Mapolsek Batam Kota, Jumat (16/9). Dari tangan para pelaku polisi mengamankan barang bukti senjata tajam dan telepon gengam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Tiga dari empat begal berjalan menuju tahanan saat ekpos di Mapolsek Batam Kota, Jumat (16/9). Dari tangan para pelaku polisi mengamankan barang bukti senjata tajam dan telepon gengam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Dari tangan pelaku polisi mengamankan, sebilah samurai, tongkat baseball, 5 unit handphone serta spd motor Yamaha Vega warna Hitam dengan Nopol BP 2192 DO.

Kapolsek Batamkota, Kompol Arwin mengatakan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan korban Fajrul Asrul dan Guntur. Kedua korban dijambret  di kawasan di depan Hotel 01 Batamkota dan Pasar Mega Legenda.

“Dari laporan kita lakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku. Kita langsung melakukan pengejaran” ujar Arwin, seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini (17/9).

Keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Baltazar di tangkap di warung internet (warnet) di Oasis Jodoh, Aditya ditangkap di kawasan Mediterania Batamcentre, MS dan Arman di kawasan Bengkong.

“Tersangka Arman saat penangkapan melarikan diri dan terpaksa kita tembak dibagian kaki,” terangnya.

Menurutnya, keempat pelaku merupakan komplotan yang berjumlah 11 orang. Pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap 7 pelaku lainnya.

“Kasus ini masih didalami. Dan masih ada pelaku yang kita kejar,” tegasnya.

Keempat pelaku sendiri memiliki peran yang berbeda. Arman yang merupakan resedivis kasus pencurian bertugas mengancam dan memukul korban menggunakan samurai. Sementara tiga rekannya bertugas mencari target atau korban.

“Mereka (pelaku) mencari korban di lokasi yang sepi. Dan berkendara seorang diri,” tuturnya.

Dengan kasus ini, Arwin mengimbau masyarakat untuk lebih ketat mengawasi kegiatan anak. Sebab, saat ini banyak pelaku kejahatan berasal dari anak di bawah umur,” paparnya.

(ip/jpnn)

%d blogger menyukai ini: