Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Duh, Tujuh Anak Tersangkut Masalah Hukum

Duh, Tujuh Anak Tersangkut Masalah Hukum

 

Ilustrasi (Radar Tegal/JawaPos.com)

Sketsanews, Tegal–  Jumlah anak yang tersangkut dengan kasus hukum semakin memprihatinkan. Selama 2017, di Kota Tegal terdapat tujuh anak berusia di bawah 18 tahun tercatat berhadapan dengan hukum.

Pekerja Sosial Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) Subektiono mengatakan, mereka adalah anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana .

Menurut Subektiono, dari tujuh anak tersebut, empat di antaranya merupakan anak yang menjadi korban tindak pidana asusila oleh orang dewasa.

“Saat ini, ada pelaku yang sudah dijatuhi vonis enam tahun penjara . Sedang yang lainnya, masih dalam penanganan,” kata Subektiono kepada Radar Tegal (Jawa Pos Group).

Sakti Peksos PA merupakan satuan yang dibentuk Kementerian Sosial untuk membantu dinas sosial di daerah dalam menangani permasalahan anak. Sakti Peksos PA memberikan pendampingan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Apabila kasus yang terjadi antara anak dengan anak, sesuai peraturan penyelesaian nya dilakukan secara diversi.

Yakni, lanjut dia, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Pada proses tersebut, penyelesaian perkara melibatkan pelaku, korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, bukan pembalasan.

“Kalau pelakunya orang dewasa, tidak ada toleransi,” ujar Subektiono.

Dia puna mengimbau kepada masyarakat agar berani melaporkan apabila ada tindakan asusila yang dilakukan terhadap anak-anaknya. Keberanian masyarakat melapor diperlukan agar pelaku bisa segera diproses dan tidak melakukan perbuatan kepada anak yang lain di kemudian hari.

Sakti Peksos PA bersama dinsos juga telah gencar mengadakan sosialisasi kekerasan terhadap anak ke sekolah-sekolah. “Untuk menangani persoalan kekerasan terhadap anak, diperlukan kontrol sosial dari masyarakat. Jadi, masyarakat jangan acuh,” ucap Subektiono.seperti yang dikutip dari Jawapos

(Tb)

%d blogger menyukai ini: