Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Gejala Gangguan Kesehatan Serius pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Gejala Gangguan Kesehatan Serius pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Anak sakit/ilustrasi

Sketsanews.com, Jakarta – Anak yang sakit adalah mimpi buruk bagi setiap orang tua. Sejumlah gejala mungkin bisa diatasi sendiri di rumah dengan penanganan awal, namun segera bawa anak ke dokter jika sudah menunjukkan gejala mengkhawatirkan berikut.

Demam tinggi
Demam bisa menjadi gejala dari penyakit serius jika sudah melampaui suhu 38 derajat Celsius bagi anak berusia kurang dari tiga bulan atau di atas 39 derajat Celsius untuk anak berusia tiga sampai enam bulan. Patut dicurigai juga bila demam sudah berlangsung lebih dari lima hari disertai gejala lain.

Kejang
Kejang terjadi saat ada gangguan pada aktivitas sinyal listrik di dalam otak, bisa memengaruhi bagian tubuh tertentu maupun seluruh tubuh. Baringkan anak yang mengalami kejang untuk menghindarkan mereka melukai diri sendiri dan segera cari bantuan medis.

Kesulitan bernapas
Kesulitan bernapas bisa menjadi pertanda adanya infeksi dada atau penyumbatan di saluran napas. Buat anak tetap tenang saat mereka mengalami sesak agar mereka tidak semakin panik dan sulit bernapas. Segera bawa ke dokter jika muncul tanda kebiruan di sekitar mulut anak.

Muntah
Anak muntah karena banyak alasan, yang bisa saja disebabkan oleh refluks atau gastroenteritis. Segera periksakan anak jika muntah yang dialami anak sangat parah, berwarna hijau, menyembur, atau berbarengan dengan sakit kepala parah.

Ruam kulit
Sebagian besar ruam yang dialami anak tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya. Namun, orang tua perlu mewaspadai ruam yang menyebar dan tidak memudar saat ditekan karena berpotensi merupakan gejala keracunan darah.

Dehidrasi
Anak bisa mengalami dehidrasi saat kurang minum atau kehilangan banyak cairan ketika diare. Tanda-tandanya antara lain lemas, mulut kering, mata kering, mata cekung, dan jarang buang air kecil, yang penanganan awalnya dengan meminta anak minum banyak air,  dikutip dari laman Netdoctor.

(Ad)