Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Gerbong Maut Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Indonesia

Gerbong Maut Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Indonesia

Salah satu gerbong maut yang tersimpan di Museum Brawijaya Malang (foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Sebuah saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia bersemayam di Museum Brawijaya Malang. Terdapat satu unit gerbong maut di Museum Brawijaya Malang yang menjadi alat transportasi tawanan.

Gerbong berwarna putih, hitam, dan abu-abu ini terpampang di halaman belakang Museum Brawijaya. Gerbong inilah yang digunakan oleh tentara militer belanda untuk mengangkut tawanan orang Indonesia dari Bondowoso menuju Surabaya.

“Sebenarnya ada tiga gerbong yang digunakan untuk mengangkut tawanan dari Bondowoso menuju Surabaya, yang dua sudah dimusnahkan oleh Belanda, adapun yang tersisa hanya satu inipun ditemukan di Jogja”, kata Suryo petugas Museum Brawijaya saat ditemui Sketsanews Rabu (5/9/2017).

“Sebenarnya ini bukan gerbong penumpang, ini adalah gerbong barang. Saat itu ada 100 tawanan orang Indonesia yang diangkut menuju Surabaya, gerbong pertama berisi 30 orang, gerbong kedua berisi 32 orang, dan gerbong ketiga berisi 38 orang”, lanjut Suryo.

Suryo menuturkan, bahwa jumlah total tawanan yang dipindahkan ada 100 orang, 46 orang mati, 11 orang sakit payah, 31 sakit, dan yang sehat hanya 12 orang.

Kereta berangkat dari Stasiun Bondowoso pada 23 November 1947 sekitar jam lima pagi dan sampai di Stasiun Wonokromo, Surabaya, sekitar jam delapan malam. Perjalanan yang memakan waktu 16 jam tersebut menyebabkan para tawanan banyak yang menemui ajalnya.

Museum yang diresmikan tahun 1968 ini menyimpan 2162 benda-benda peninggalan sejarah yang terdiri dari tank, meriam si buang, senapan, senjata penangkis serangan udara (PSU), patung jendral Soedirman beserta perlengkapan selama perang gerilya, senjata-senjata rampasan lainnya.

(Im)

%d blogger menyukai ini: