Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Gunakan Rute Kontroversial, China Diam-diam Berupaya Ubah Status Quo Taiwan

Gunakan Rute Kontroversial, China Diam-diam Berupaya Ubah Status Quo Taiwan

Ilustrasi, Peta China dan Hongkong

Sketsanews.com, China – China dinilai melakukan tindakan sepihak yang membahayakan kedamaian dan keamanan di wilayah Selat Taiwan dengan menggunakan empat rute penerbangan kontroversial awal tahun ini. Langkah China itu juga dipandang Taiwan sebagai upaya untuk mengubah status quo Taiwan.

“Tindakan sepihak terbaru China baru-baru ini di Selat Taiwan adalah pada 4 Januari 2018 tanpa konsultasi dan komunikasi dua arah menggunakan empat rute kontroversial seperti rute M503 selatan-utara,” kata Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) John Chen dalam keterangan yang diterima redaksi (Jumat, 19/1).

Hal ini bukan hanya mempengaruhi keamanan penerbangan regional tapi juga menunjukkan bahwa China menggunakan kedok penerbangan sipil untuk tujuan politik dan pertahanan terhadap Taiwan yang berpotensi mengubah status quo serta stabilitas Taiwan.

Padahal, jelasnya, merujuk pada perundingan antar selat di tahun 2015, China berulang kali menjamin bahwa rute udara M505 hanya untuk lintas utara ke selatan dan penggunaan rute ini juga harus dilakukan melalui perundingan terlebih dahulu antara kedua belah pihak.

“Tapi China merusak perjanjian dengan melakukan tindakan sepihak dan sama sekali tdak mentaati etika penerbangan internasional serta tidak mempedulikan keamanan penerbangan dan tidak menghormati perjanjian dengan Taiwan,” jelasnya.

Diketahui bahwa Taiwan sebelumnya telah memprotes pembukaan rute M503 secara sepihak oleh China. Namun juru bicara Kantor Urusan Taiwan China Ma Xiaoguang mengatakan bahwa Taiwan telah diberitahu bahwa rute tersebut akan dibuka.

Dia menegaskan hal tersebut tidak berarti bahwa pembukaan rute penerbangan itu membutuhkan persetujuan Taiwan. Dia pun menambahkan bahwa pembukaan rute tidak akan memberi dampak pada keamanan penerbangan di Taiwan.

Taiwan geram dengan sikap China tersebut karena dinilai tidak mematuhi perjanjian serta etika dengan Taiwan.

“Taiwan dengan ini menyatakan kekecewaan dan memprotes keras,” tegas John Chen.

(Tri/Rmol)

%d blogger menyukai ini: