Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Headlines, News Kemisinan: Hanya Menunggu Keajaiban dari Allah

Kemisinan: Hanya Menunggu Keajaiban dari Allah

Pak Ahmad dan Ibu Aryani (Foto: Eni/Sketsanews.com)

Sketsanews.com – Pak Ahmad dan Ibu Aryani, hanya segelintir bagian dari cerita kehidupan. Mereka menjalani hidup sudah lebih dari dua puluh tahun lamanya, tetapi masih belum kunjung dikaruniai seorang anak. Kemiskinan yang mendera sudah bagaikan bumbu manisnya romantika kehidupan bagi mereka.

Setiap hari Pak Ahmad dan Ibu Aryani hanya berharap, akan ada orang-orang atau tetangga, yang mau menyisihkan rejekinya untukmembantu  kebutuhan sehari-hari.

Terkadang, kalau ada bantuan beras dari orang terdekat atau tetangga, itupun tak banyak, hanya cukup dua hari atau hanya lebih satu minggu saja. Dahulu delapan tahun ke belakang mereka berdua masih bekerja sebagai tukang sapu di pasar. Tapi sekarang karena faktor fisiknya sudah lemah, mata sudah buta, telinga pun tuli dan mungkin karena faktor usia yang sudah tua.

“Kami hanya  berharap kepada Allah dalam doa, minta diberi rizki, kesehatan itu sudah cukup,’’ ucap Ibu Aryani.

Foto: Eni/Sketsanews.com

Mereka tinggal di kelurahan Subing Jaya, kec. Labuhan Ratu, kabupaten lampung Timur. Rumahnya pun, sudah  sangat memprihatinkan, kalau hujan mereka pindah di ruang tamu karna di kamar dan di dapur basah karna tetesan air hujan.

Waktu tahun 2016, Pak Ahmad dan Ibu Aryani dijanjikan oleh pihak pemerintah desa dengan adanya bantuan bedah rumah gratis. Tapi hingga saat ini belum juga kunjung datang bahkan terkesan hanya janji-janji semata.

‘’Kata Pak Kades, kami ini akan diberi berupa bantuan bedah rumah gratis tapi, sampai sekarang belum ada buktinya,’’ kata Ibu Aryani.

Foto: Eni/Sketsanews.com

Fasilitas di rumahnya pun terbilang tidak ada yang mewah. Mungkin hanya sebuah Radio sebagai barang atau harta gona-gini hasil dari kerja sewaktu dipasar dulu.

‘’Cuma radio yang saya punya, selebihnya saya tidak punya apa-apa lagi,’’ ujar Ibu Aryani.

Kami berkunjung kerumahnya pukul 14:30, kamis (9/03/17), hanya ingin bersilaturahmi kepada Pak Ahmad dan Ibu Aryani dengan maksud mau memberi sedikit uang untuk keperluan barang sehari, karna mungkin baru hanya itu yang kami mampu.

Foto: Eni/Sketsanews.com

Keadaan dapurnya pun sangat kotor sekali, karena fasilitas peralatannya pun sudah dan tak layak pakai lagi. Sungguh menjadi perhatian buat kita semua bukan hanya pemerintah saja, bahwa kemiskinan yg melanda baik itu di desa-desa ataupun di perkotaan itu dikarenakan pemerintah yang tak peduli terhadap kondisi rakyat. Mereka hanya memperkaya diri dengan mengorbankan kepentingan rakyatnya.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: