Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Heboh Potongan Kalimat Presiden Jokowi

Heboh Potongan Kalimat Presiden Jokowi

DIPOTONG: Petikan pernyataan Presiden Joko Widodo dipotong lalu disebarkan sebagai bahan hasutan. (blog)

Sketsanews.com, Jakarta – Pernyataan Presiden Joko Widodo soal erupsi Gunung Agung menyebar sebagai bahan hasutan. Sebab, ada kalimat ’’tontonan tambahan’’ ketika Jokowi mengomentari musibah yang sedang melanda Bali itu.

Setelah menjadi inspektur upacara dalam Hari Korpri lalu, Jokowi memang diminta berkomentar oleh para wartawan tentang erupsi Gunung Agung. Dalam rekaman salah satu televisi swasta, Jokowi menyatakan, ’’Dan malah dapat tontonan tambahan’’.

Tapi, kalimat itu diucapkan bukan dalam kaitan untuk warga Bali yang kesusahan karena erupsi Gunung Merapi. Kalimat itu diucapkan presiden untuk wisatawan asing. Tujuannya, mereka tidak ragu datang ke Bali.

Kalimat panjangnya sebagai berikut: ’’Wisatawan tidak perlu ragu untuk datang ke Bali dan malah dapat tontonan tambahan. Atraksi gunung berapi. Dan bisa melihat gunung berapi saat erupsi. Yang paling penting menjaga keselamatan masyarakat. Itu yang paling penting ya,’’ ucap Jokowi.

Kalimat ’’tontonan tambahan’’ itulah yang banyak dijadikan bahan hasutan. Beberapa media kebetulan mengutip kalimat tersebut sebagai judul. Termasuk situs resmi Korpri yang awalnya membuat judul, ’’Presiden: Letusan Gunung Agung Bisa Jadi Atraksi Wisata Tambahan’’. Namun, judul itu telah diganti menjadi, ’’Presiden: Manajemen Bencana Gunung Berapi Sudah Berjalan dengan Baik’’.

Memang ada sejumlah turis asing yang menikmati fenomena alam erupsi Gunung Merapi. Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Sutopo Purwo Nugroho bahkan pernah mengunggah foto turis asing yang menikmati erupsi dari Bukit Pantai Amed, Karangasem.

’Dikutip dari Jawapos, ’Mengagumi karya Ilahi. Turis asing melihat letusan Gunung Agung dari Amed. Tidak ada kepanikan karena memahami informasi gunung api dengan baik dan berada di tempat aman. Daerah yang berbahaya di Bali hanya di radius 8–10 km dari puncak kawah,’’ tulis Sutopo dalam akun Twitter-nya: @Sutopo_BNPB.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: