Sketsa News
Home Berita Terkini, News Helikopter TNI AD yang Jatuh di Sleman Berusia 40 Tahun

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Sleman Berusia 40 Tahun

Sketsanews.com – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Sabrar Fadhilah mengungkapkan helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD yang jatuh di Sleman adalah buatan Amerika Serikat.

2352573heli3780x390

Tahun ini, helikopter yang diproduksi pada 1976 itu genap berusia 40 tahun. Namun dia menegaskan sebelum lepas landas, kru darat telah melakukan pengecekan terhadap kondisi helikopter secara ketat dan menyatakan laik terbang.

(Baca: Sebelum Jatuh, Helikopter TNI AD Terbang Tak Stabil)

“Heli ini buatan Amerika tahun 1976 tetapi dinyatakan laik terbang,” ujar Sabrar saat memberikan keterangan pers di Media Center Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2016).

Sabrar menuturkan hingga saat ini pihak TNI AD belum mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. TNI AD pun telah membentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melokalisasi tempat kejadian dalam rangka pemeriksaan dan investigasi.

“Saat ini sudah dibentuk tim investigasi untuk melakukan penyelidikan. Malam ini mereka diberangkatkan ke Yogyakarta,” ungkapnya.

Helikopter jenis Bell 205 A-1 milik TNI AD dengan nomor reg HA-5073 mengalami kecelakaan dan jatuh di Dusun Kowang Desa Tamanmartani Kec Kalasan Kab Sleman Prov DIY sekitar pukul 15.16 WIB Pada Jumat (8/7/2016).

(Baca: Diselidiki Warga Sipil yang Menumpang Helikopter TNI AD)

Helikopter tersebut menimpa dua rumah warga yang diketahui milik Heru Purwanto (58) dan Parno (45) warga desa Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Menurut penuturan Sabrar, Helikopter tersebut lepas landas pada pukul 15.06 WIB dari Lanud Adi Soemarmo Solo menuju Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Kemudian pada pukul 15.14 WIB menara pengawas kehilangan kontak dengan heli milik TNI AD tersebut dan pada pukul 15.16 WIB dinyatakan hilang kontak. Tiga orang tewas dalam insiden ini.

Helikopter itu mengangkut lima kru dan seorang penumpang. Mereka adalah Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga (Pnb I), Letda Cpn Angga Juang (Pnb II), Serka Rohmad (TI), Serda Sirait (AV), Kopda Sukoco (MEK). Sementara seorang sipil yang menumpang helikopter tersebut Fransisca Nila Agustin.

Ketiga korban meninggal dunia tersebut yaitu Letda Cpn Angga Juang (Pnb II) Serda Yogi Riski Sirait dan Fransisca Nila Agustin.

(RO/Kompas)

%d blogger menyukai ini: