Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Inafest Expo Solo Paragon Mall, Ajang Pamer Produk Daerah

Inafest Expo Solo Paragon Mall, Ajang Pamer Produk Daerah

INAFEST EXPO 2017- Warga tengah mengunjungi Inafest Expo 2017 di Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (14/9). Expo tersebut digelar mulai tanggal 14 sampai 17 September 2017. Foto:Insan Dipo Ferdias/Joglosemar

Sketsanews.com, Solo – Event investment, art, fashion, tourism, and trade (Inafest) Expo, kembali diselenggarakan di Atrium Solo Paragon Mall. Kegiatan ini menghadirkan 20 pameran produk-produk lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara yang dibuka Kamis (14/9/2017) itu diselenggarakan PT Citra Media Promosindo bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, serta beberapa stakeholder lainnya.

Direktur PT Citra Media Promosindo Andis AR menjelaskan, produk-produk yang dipamerkan adalah buatan dalam negeri yang memiliki potensi ekspor ke luar negeri.

Sebenarnya, sifatnya art dan desain yang pasti memiliki potensi ekspor walaupun masih produksi menengah,” ujar dia.

Pameran produk Indonesia merupakan wahana unjuk kemampuan industri dalam negeri yang berdaya saing tinggi.

Produk-produk yang ditampilkan ditujukan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Indonesia menggunakan produk buatan anak bangsa sebagai upaya membangun terwujudnya kemandirian Indonesia.

“Kalau tidak mengekspor keunggulan produksi dalam negeri, maka dikhawatirkan akan tergilas negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia dan Thailand, terlebih saat ini sudah masuk era MEA,” tuturnya.

Sementara itu Asisten Pengembangan Ekonomi Setda Solo, Triyana mengatakan event Inafest 2017 cocok digelar di Solo lantaran Kota Bengawan memiliki potensi ekonomi, budaya, industri serta kerajinan tangan yang memadai. Sehingga dapat dijadikan stimulus dan etalase bagi perluasan pasar produk Indonesia ke luar negeri.

Salah satu peserta pameran dari Batik Puspa Hadi Laweyan Solo, Dewi Soemarso mengatakan tidak ada target khusus selama mengikuti pameran. Ia mengaku dalam pameran ini lebih menonjolkan pada promosi produk sendiri.

“Saya ingin mengacu pada penetrasi pasar yang lebih luas lagi…tidak melulu batik. Namun juga diturunkan di desain lainnya seperti celana kulot, atasan, tas, kalung, dan lainnya,” tutupnya, sebagaimana dilansir dari laman Joglosemar.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: