Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Ingin Berkurban? Masyarakat Diimbau Beli Hewan Kurban di Tempat yang Ada Stikernya

Ingin Berkurban? Masyarakat Diimbau Beli Hewan Kurban di Tempat yang Ada Stikernya

 

Sketsanews.com, jakarta   —  Jelang Hari Raya Idul Adha 1438 Hijiriah yang jatuh pada 1 September 2017, peredaran hewan kurban terus bertambah. Tak ayal, di pinggir jalan kerap dijumpai sapi dan kambing yang akan dikurbankan pada hari H nanti.

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, ‎mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di tempat yang terdapat stiker dari Dinas KPKP.

“‎Saya imbau kepada masyarakat kalau mau membeli hewan kurban belilah di tempat yang sudah kami periksa (kesehatan hewannya). Itu tandanya ada stiker yang diberikan oleh dinas,” kata Darjamuni saat berbincang dengan Okezone, Jumat (25/8/2017).

Ia menuturkan, stiker yang sudah diberikan itu menandakan Dinas KPKP sudah memberikan jaminan bahwa hewan kurban yang dijual oleh pedagang telah ‎memenuhi persyaratan kesehatan.

Hingga kemarin, sudah terdapat sekira 576 tempat penampungan atau penjualan hewan kurban yang telah mendapatkan stiker. Jumlah tempat penampungan hewan yang telah diverifikasi ini akan terus bertambah tiap harinya.

“Bisa dua ribu lebih tempat (penampungan) di seluruh wilayah DKI,” ucapnya.

Dinas KPKP sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban di seluruh wilayah Ibu Kota. Sejak H-10 atau pada 22 Agustus 2017, SKPD Provinsi DKI ini telah mengunjungi tempat penampungan hewan bersama UPT dan calon dokter hewan yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Total hewan kurban yang sudah diperiksa hingga kini berjumlah 41 ribu lebih. Jumlah hewan dan tempat penampungan yang sudah diperiksa terus bertambah setiap harinya. Pengecakan terus dilakukan hingga hari H.

Darjamuni menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaannya belum ditemukan hewan kurban yang terkena penyakit berbahaya. Namun, ia mengakui menemukan hewan yang tidak sesuai dengan standar kurban, seperti sakit mata, kurang umur, cacat, dan sebagainya.

Hewan-hewan yang tidak sesuai standar itu kemudian diminta untuk tidak dijual atau diedarkan.

“Hingga hari ini hewan yang sakit (tidak berbahaya) berjumlah 84 ekor. Tapi, hari ini saya yakin sudah bertambah bisa 100 lebih,” tutur dia.

Pada hari H nanti, ia akan menerjunkan 817 orang ‎untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap hewan kurban yang akan dipotong. Hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan Instruksi Gubernur Nomor 198 Tahun 2017.

[As]

%d blogger menyukai ini: