Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Internasional, News Ini Kata Pelaku Teror London pada Staf Hotel Sebelum Beraksi

Ini Kata Pelaku Teror London pada Staf Hotel Sebelum Beraksi

              Teror di London (Foto: Reuters)/detikcom

Sketsanews.com, London – Pelaku teror di London, Inggris, Khalid Masood diketahui menginap di sebuah hotel murah di malam sebelum aksi terornya. Ternyata dalam sepekan terakhir, pria kelahiran Inggris itu dua hari menginap di Hotel Preston Park yang berada di kawasan Brighton, sekitar 80 kilometer dari Westminster, tempat Masood melancarkan aksi terornya.

Sumber-sumber mengatakan kepada media Inggris, The Sun, Masood menginap di hotel tersebut pada Jumat, 17 Maret malam waktu setempat dan check out keesokan paginya. Dia kemudian menginap kembali pada Selasa (21/3) malam waktu setempat, atau sehari sebelum dia melancarkan aksi terornya di London pada Rabu (22/3) sore waktu setempat.

Disebutkan sumber tersebut, Masood selalu menanyakan kamar yang lebih murah tiap kali check in di hotel tersebut. “Dalam dua kesempatan itu, dia meminta kamar bertarif lebih murah,” tutur sumber tersebut.

Saksi-saksi mata di hotel tersebut menuturkan, Masood tampak baik, sopan dan tenang. “Semua orang mengatakan dia baik dan sopan dan berperilaku sangat normal,” ujar sumber.

Disebutkan bahwa Masood sempat berbincang-bincang dengan staf dan tamu hotel sebelum meninggalkan hotel di hari serangan teror terjadi. Masood mengatakan bahwa dirinya akan pergi ke London.

“Dia bilang London tidak seperti dulu lagi,” kata sumber tersebut, seperti dikutip dari detikcom.

Kepada staf hotel, Masood mengatakan dirinya khawatir akan orangtuanya yang tinggal di Wales. Pria berumur 52 tahun itu mengungkapkan kesedihannya karena ayahnya menderita penyakit kanker.

Pada malam sebelum aksi terornya di London, Masood menginap di kamar 228 Hotel Preston Park yang bertarif senilai US$ 96 per malam. Masood diketahui memesan kebab sebagai makan malam terakhirnya pada Selasa (21/3) malam waktu setempat, sebelum check out dari kamar hotelnya pada Rabu (22/3) pagi waktu setempat.

Dia kemudian berkendara menuju London dan menabrak puluhan pejalan kaki di Jembatan Westminster dan kemudian menikam mati polisi senior bernama Keith Palmer. Masood akhirnya tewas setelah ditembak polisi di luar gedung parlemen.

Para detektif antiteror menggeledah kamar hotel Masood setelah menemukan bukti tanda terima pembayaran hotelnya di dalam mobil Hyundai sewaan, yang digunakannya untuk melakukan aksi teror di London.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: