Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Ini Sosok Perempuan Bercadar, Ternyata Bukan Teroris, Datang ke Bekasi Ingin Dinikahkan

Ini Sosok Perempuan Bercadar, Ternyata Bukan Teroris, Datang ke Bekasi Ingin Dinikahkan

Sosok perempuan bercadar yang membawa koper hitam dan digeletakan dirumah warga RT 01/32 Kecamatan Rawalumbu, saat akan dimintai keterangan oleh Kepolsian Sektro Bekasi Timur, Sabtu (16/9/2017). Foto: Bekasi Terkini

Sketsanews.com, Bekasi – Resti Tiandari bin Sumadin (18) pemilik koper hitam yang sempat dikira bom oleh warga RT 01/32 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, datang ke Kota Bekasi ternyata ingin dinikahkan oleh orangtunya.

“Isinya kan sudah tau ya, jadi dia bukan teroris, hanya datang ke Kota Bekasi karena panggilan orangtuanya, dia (Resti) ingin dinikahkan,” kata Kepala Unit Reskrim Kepolsian Sektor Bekasi Timur, Komisaris Polisi Yusron, Sabtu (16/9/2017).

Resti merupakan salah satu siswi lulusan pondok pesantren di daerah Magetan. Kepada polisi Resti mengaku linglung karena 3 tahun sudah tidak pernah lagi pulang ke tempat orangtuanya yang berada di Kampung Makri Perbata, Rawalumbu.

“Kebetulan orangtunya ngontrak di dekat lokasi TKP (tempat kejadian perkara). Dia datang bersama dua orang laki-laki yang juga dari pondok pesantren,” ujarnya.

Dari Magetan ke Kota Bekasi, Resti menggunakan kendaraan kereta api. Ia sampai pada Jumat (15/9/2017) malam. Dari stasiun Besar Bekasi, Resti ingin ketempat orangtunya menggunakan jasa pengemudi ojek online.
Ini Sosok Perempuan Bercadar, Ternyata Bukan Teroris, Datang ke Bekasi Ingin Dinikahi

Sosok perempuan bercadar yang membawa koper hitam dan digeletakan dirumah warga RT 01/32 Kecamatan Rawalumbu, saat akan dimintai keterangan oleh Kepolsian Sektro Bekasi Timur, Sabtu (16/9/2017). Foto: Bekasi Terkini

“Namun setelah sampai, dia bingung. Karena salah gang. Sementara pengemudi ojek online pergi, mereka bingung dan mondar-mandir di perumahan warga. Saat itu, Resti ini memang memakai cadar,” jelas Yusron.

Lama mencari alamat orangtuanya, Resti pun merasa lelah, akhirnya ia meninggalkan barang bawaanya yang dibungkus dalam koper tersebut di depan rumah warga.

Koper hitam yang digeletakan dirumah warga RT 01/32 Kecamatan Rawalumbu, saat akan dimintai keterangan oleh Kepolsian Sektro Bekasi Timur, Sabtu (16/9/2017). Foto: Bekasi Terkini

“Niatnya itu, saat ketemu rumah, Resti ingin meminta tolong kepada bapaknya untuk mengangkat kopernya. Namun malah dia ketiduran,” kata Yusron, seperti dikutip dari Bekasiterkini.

Rupanya, Resti benar-benar lupa dengan koper yang ia tinggal di lokasi TKP. Hingga akhirnya warga menemukan koper itu tergeletak di depan rumah berteralis besi warna hitam nomor 9 Blok 10 yang ditinggali oleh Chandra Dayan (24).

“Warga riuh dan khawatir bahw dalam koper itu adalah bom. Karena warga semat melihat mereka bulak-balik, ditambah lagi dengan penampilan Resti yang memakai cadar di klaim sebagai teroris, tapi bukan, ya!,” tandas Yusron.

Dari hasil penggeledahan polisi, isi dalam koper tersebut hanya ada pakaian wanita yang memang milik Resti. Selain itu, beberapa buku agama dan kitab suci Al-quran. (eLv)

%d blogger menyukai ini: